BEI Bidik Pilot dan Awak Kabin Jadi Investor Saham di Tengah Tren Investasi yang Meningkat

KANALSATU – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng sejumlah maskapai nasional untuk memperluas literasi pasar modal di kalangan pekerja industri penerbangan melalui program “Awak Pesawat Investor Saham”.
Program yang diluncurkan dalam rangkaian pembukaan Sharia Investment Week (SIW) 2026 ini melibatkan sejumlah perusahaan penerbangan, antara lain Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, AirAsia Indonesia, dan Jaya Trishindo.
Melalui kolaborasi tersebut, BEI ingin mendorong para pilot, awak kabin, hingga personel operasional penerbangan untuk lebih memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi yang legal, terukur, serta sesuai dengan tujuan finansial masing-masing.
Pelaksana tugas sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menilai pekerja industri penerbangan menghadapi tantangan profesi yang dinamis sehingga membutuhkan ketahanan finansial yang kuat. Karena itu, edukasi mengenai perencanaan keuangan dan investasi dinilai semakin relevan di tengah perubahan ekonomi dan kebutuhan persiapan masa depan.
Menurut Jeffrey, industri penerbangan memiliki posisi strategis karena menjangkau berbagai wilayah di Indonesia dan dapat menjadi mitra penting dalam memperluas literasi keuangan serta inklusi pasar modal nasional.
Program ini diluncurkan pada saat jumlah investor di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir April 2026, jumlah investor pasar modal tercatat mencapai 26,4 juta Single Investor Identification (SID), meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Sementara jumlah investor saham telah melampaui 9,5 juta SID.
"BEI berharap tren pertumbuhan tersebut tidak hanya didominasi kelompok tertentu, tetapi juga menjangkau berbagai profesi, termasuk pekerja sektor transportasi dan penerbangan," ujarnya.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan peningkatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif dan siap menghadapi perubahan industri.
Menurutnya, ketahanan finansial kini menjadi salah satu faktor yang mendukung profesionalisme pekerja selain kompetensi teknis di bidang penerbangan.
Pandangan serupa disampaikan Direktur Utama AirAsia Indonesia, Captain Achmad Sadikin. Ia menilai pemahaman mengenai investasi dan pengelolaan keuangan dapat membantu pekerja mempersiapkan masa depan sekaligus menciptakan budaya finansial yang lebih sehat di lingkungan kerja.
Peluncuran program ditandai dengan penyematan pin "Aku Investor Saham" kepada perwakilan pekerja penerbangan, mulai dari pilot hingga awak kabin. Kegiatan juga diisi dengan dukungan simbolis pembukaan rekening investasi bagi peserta.
Ke depan, BEI akan menyediakan program edukasi pasar modal yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan, baik melalui pelatihan langsung maupun platform digital.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memiliki sumber pendapatan dan instrumen investasi jangka panjang di luar penghasilan utama. (KS-5)