Antara Evan Dimas dan Lee Min Ho

(WIN): Siapa tidak kenal Lee Min Ho ? Jutaan gadis Indonesia sangat ngefans sama aktor drama Korea kelahiran Seoul, 22 Juni 1987 ini. Pemeran Gu Jun Pyo dalam serial tv ‘Boys Before Flowers’ sebanyak 25 episode ini, selain keren juga (salah satu) aktor termahal di Korsel. Wajar saja para remaja putri gandrung berat.
Selain Lee Min Ho, ada juga Kim Bum, Hyun Bin, dan Kim Hyun Joong. Mereka para aktor ganteng paling ditunggu-tunggu setiap episode dramanya di tv Indonesia. Ada juga artis cantik seperti Song Hye Kyo, Ha Ji Won, Yoon Eun Hye, Park Shin Hye, Im Yoon Ah, Kim So Eun, Shin Min Ah, dan Kim Hee Sun, yang juga digandrungi para remaja kita.
Namun, para remaja Indonesia, tentu tidak banyak mengenal nama-nama (Korea) ini: Lee Tae Hui, Pak Ming Yu, Lim Seungg Yeom, Kim Jeong Min, Hwang Ki Wook, Hwang Hee Chan, Seol Tae Su, Choi Jae Hun, Lee Gwang Hyeok, Kim Shin, dan Sim Jeh Yeok. Siapakah mereka ?
Mereka adalah awak tim (sepak bola) U-19 kebanggaan Korsel, yang dikandaskan karirnya oleh Tim Garuda Muda yang diawaki Evan Dimas Cs pada babak penyisihan Grup G Piala AFC U-19 di stadion GBK, Jakarta, Sabtu malam (12/10). Padahal Korsel tercatat 12 kali memenangi Piala AFC U-19.
Luar biasa. Kegembiraan merebak seantero nusantara. Tim Garuda Muda terus mengharumkan nama bangsa, setelah sebelumnya mencatat sejarah sebagai juara Piala AFF U-19. Ini awal kebangkitan sepak-bola nasional setelah lama terpuruk. Nama Evan Dimas kian melambung, karena tiga gol (3:2) saat melawan Tim Korsel semuanya dicetak olehnya.
Akankah nama Evan Dimas bisa mengalahkan popularitas Lee Min Ho di mata para gadis/remaja putri Indonesia ? Mengingat kini sedang tren para gadis demam bintang sepak-bola, sebagaimana banyak terjadi di Eropa. Bahkan ada beberapa artis Indonesia dikabarkan sudah berpacaran dengan bintang sepak-bola nasional. Para bintang lapangan pun sudah menjadi bintang iklan, seperti Irfan Bachdim dan Bambang Pamungkas.
Evan Dimas adalah seorang putra Surabaya dari pasangan Condro Permono dan Ana. Pada 2012 lalu, Evan adalah salah satu skuat sepak bola Jawa Timur yang berlaga di Pekan Olah Raga Nasional (PON XVIII) di Pekanbaru. Nama Evan berkibar karena banyak mencetak goal di laga perebutan Piala AFF 2013 (U-19) yang akhirnya membawa Timnas Indonesia keluar sebagai juara.
Evan Dimas menjadi penentu keunggulan Indonesia atas Korea Selatan pada partai terakhir penyisihan Grup G Piala AFC U-19, Sabtu malam (12/10/13). Evan yang pernah dilatih Pep Guardiola, mantan pelatih Barcelona saat mengikuti program “The Chance” ini mencetak hattrick ke gawang Korsel, sehingga meloloskan Indonesia ke putaran final Piala AFC U-19 dengan kemenangan 3-2 (1-1). Kali ini Korsel tunduk di kaki Evan Dimas.
Gol-gol Evan bagi Indonesia serasa hujan deras yang sempat mengguyur Stadion Gelora Bung Karno, malam itu. Menyingkirkan dahaga prestasi timnas Indonesia. Apalagi, kemenangan yang diraih kali ini terjadi dengan menjungkalkan tim kuat Korsel.
Sebuah asa yang sebenarnya sangat sulit bagi Indonesia, terutama jika melihat rekam jejak prestasi Korsel dengan status 12 kali juara AFC U-19. Kehebatan Evan Dimas dkk. bukan hanya pada keunggulan gol, tetapi data statistik menunjukkan ball possition dan shots on target juga mampu mengalahkan Korsel.
Gol yang dinantikan publik Indonesia terjadi pada menit ke-30. Dari sektor kanan pertahanan Korsel, Ilham udin mengirim umpan silang yang langsung disambut Evan Dimas dengan mencocor bola ke gawang Korea untuk menaklukkan kiper Lee Tae Hui.
Sayang, keunggulan Indonesia hanya bertahan dua menit setelah stopper Muhammad Fatchurahman melanggar Kim Shin di dalam kotak penalti. Seol Tae Su yang menjadi algojo melaksanakan tugasnya dengan baik untuk menaklukkan Ravi.
Setelah dihentikan wasit sebelum babak pertama lengkap ditandingkan 45 menit akibat hujan deras, kekuatiran Indonesia bakal dikangkangi Korsel tak terbukti. Tampil di saat hujan sudah reda, anak-anak Garuda Muda justru tampil lebih trengginas.
Baru empat menit wasit meniup peluit tanda babak kedua dimulai, Evan Dimas Darmono sudah menggetarkan jala Korsel berkat umpan cantik dan cerdas Ilham Udin dari sektor kiri pertahanan Korsel. Evan Dimas tanpa banyak mengontrol, langsung menghantam bola menggunakan kaki kiri mengarahkan ke pojok kanan yang tak terjangkau kiper Lee Tae Hui.
Unggul 2-1, anak asuh pelatih Indra Sjafri tak juga mengendurkan tekanan. Evan Dimas, Ilham Udin dan Muchlis Hadi Ning Syaifullah merepotkan barisan pertahanan Korsel. Setidaknya terdapat tiga peluang emas yang diperoleh trisula Indonesia itu, tetapi belum menembus jala Korsel.
Kegembiraan sekitar 50.000 penonton yang hadir di stadion Gelora Bung Karno baru pecah saat Evan Dimas mengulang skema gol keduanya. Dengan pola hampir sama, serangan dari sayap kanan, Ilham mengumpan bola ke Hadi Ning di kotak penalti. Hadi Ning yang dijaga Pak Ming Yu hanya menyentuh bola dengan bagian luar kaki kanan untuk mengarahkan ke Evan.
Dengan sekali sentuh, Evan kembali mengoyak gawang Korsel untuk kali ketiga pada menit ke-85. Tendangan kaki kirinya menghantam keras bola dan mengarahkannya kembali ke pojok kanan gawang Korsel. Meski sudah berupaya menjatuhkan badan untuk menghadang, Kim Tae Hui tak mampu menjangkau bola yang melaju deras ke gawangnya.
Namun, mental pemain Indonesia memang harus terus diasah dan dilatih untuk tidak kendur atau menurun ketika posisi sudah unggul. Sebab, pertahanan terbaik sebuah tim sepakbola adalah menyerang. Sama dengan gol pertama Korsel, gol kedua pun diawali pelanggaran yang dilakukan pemain Indonesia.
Kesalahan kecil pemain belakang yang melahirkan tendangan bebas, sehingga Korsel memperkecil kekalahan melalui sundulan kepala Shu Meong Hwon pada menit ke-89. Hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan bubar, kedudukan tidak berubah. Sejarah pun kembali diciptakan Evan Dimas dkk.
Meski kalah, Korsel bukannya tersingkir. Tim dari Negeri Ginseng itu masih berpeluang lolos ke putaran final di Myanmar, tahun depan. Jika melihat produktifitas gol yang tercipta di Grup G, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi runner up terbaik yang akan terpilih.Tapi, apapun, semoga Timnas Indonesia U-19 terus jaya, agar para gadis remaja kita bisa mengalihkan perhatiannya ke Evan Dimas, sebagai icon juara dan kesuksesan. (win10/win5)