M Lutfi, Mr. Fix It, from Red Tape to Red Carpet

(WIN): Sesuai rumor yang beredar saat dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (12/2/14), Muhammad Lutfi akhirnya benar-benar ditunjuk menjadi Menteri Perdagangan. Mantan Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia yang baru menyelesaikan tugasnya tahun lalu itu menggantikan Gita Wirjawan yang mundur dari jabatannya.
Siapa sebenarnya Menteri Perdagangan yang masih berusia muda itu?
Muhammad Lutfi lahir di Jakarta, 16 Agustus 1969 adalah seorang pengusaha dan pejabat negara Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) lalu kemudian ditugaskan menjadi duta besar Indonesia untuk Jepang.
Pada tahun 2008, Muhammad Lutfi diakui sebagai seorang pemimpin muda yang berpengaruh oleh The World Economic Forum’s Young Global Leaders. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Masyarakat Ekonomi Syariah.
Muhammad Lutfi lahir dari pasangan Firdaus Wadjdi dan Suhartini yang berasal dari Minangkabau. Selesai mengenyam pendidikan di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Lutfi mengembangkan usaha bersama Erick Thohir, Wishnu Wardhana dan Harry Zulnardy.
Mereka mendirikan Mahaka Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, keuangan dan media. Di perusahaan tersebut Lutfi menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO.
Pada usia 29 tahun, dia menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk Jakarta Yang Lebih Baik (HIPMI JAYA) periode 1998-2001, dan kemudian menjadi Ketua Nasional HIPMI pada periode 2001-2004.
Pada tahun 2005, ia diangkat Susilo Bambang Yudhoyono untuk menduduki posisi pejabat setingkat menteri, yakni Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia, dan dia menjadi orang termuda yang pernah menjabat posisi tersebut.
Pada bulan Agustus 2010, Muhammad Lutfi ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Duta Besar untuk Jepang dan Federasi Mikronesia. Ia merupakan orang termuda yang pernah bertugas di kedutaan terbesar Indonesia, dan juga sebagai salah satu duta termuda yang mewakili Indonesia secara internasional.
Ketika menjabat posisi tersebut, suami aktris film 'Kuldesak', Bianca Adinegoro, ini berhasil membawa Indonesia masuk dalam 25 Daftar Teratas Tempat Tujuan Investasi versi ATKearney pada edisi nomor 21.
Prestasi luar biasa tersebut merupakan kontribusi besar mengingat selama sudah beberapa tahun Indonesia selalu berada di luar daftar tersebut akibat krisis keuangan berkepanjangan sejak 1998. Di bawah kendali Lutfi, Indonesia bahkan diakui oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) sebagai salah satu negara berkembang terbaik.
Tidak terlalu mengherankan jika selama menjabat sebagai Ketua BKPM, Lutfi yang berhasil mengubah citra BKPM dari badan yang sama sekali tidak ramah pada investor menjadi sebaliknya, kemudian sering disebut oleh komunitas investor sebagai “Mr. Fix It, from Red Tape to Red Carpet”; julukan teramat pantas bagi sosok secerdas dan secemerlang Muhammad Lutfi.
Pada 2008. alumnus Purdue University, Indiana, Amerika Serikat ini juga mendapat penghargaan sebagai Pemimpin Muda yang Berpengaruh oleh The World Economic Forum’s Young Global Leaders. Lagi-lagi, tidak mengherankan jika mempertimbangkan kecerdasan dan kecemerlangan sekaliber Muhammad Lutfi, Presiden Republik Indonesia kembali memberi tugas besar di pundak tokoh muda ini sejak Agustus 2010 lalu.
Bertindak selaku Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia. Berdasar pelantikan ini Muhammad Lutfi juga mencatatkan diri sebagai Duta Besar termuda yang pernah bertugas mewakili Indonesia di ranah Internasional.(win12)
KARIR
•1994 Presiden Direktur dan CEO Mahaka Group
•1998-2001 Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk Jakarta yang Lebih Baik
•2014 Menteri Perdagangan
(HIPMI JAYA)
•2001-2004 Ketua Nasional HIPMI
•2005 Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia
•2010 Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia
PENGHARGAAN
•Pemimpin muda paling berpengaruh versi The World Economic Forum’s Young Global Leaders (2008)