Penjualan Unilever turun 6,3%

DEN HAAG (WIN): Perusahaan raksasa yang memproduksi makanan dan kosmetik asal Belanda, Unilever, pada Kamis (24/4) membukukan penurunan penjualan di kuartal pertama sebesar 6,3 persen akibat nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan.
Volume transaksi sebesar 11,4 miliar euro (sekitar Rp182,9 triliun), terbebani oleh dampak negatif mata uang sebesar 8,9 persen, kata grup yang berbasis di Rotterdam tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilansir ANTARA.
Meskipun penjualannya lebih rendah, Unilever mengatakan pertumbuhan dasarnya kuat, bahkan di pasar negara berkembang tempat grup tersebut memfokuskan bisnisnya dalam beberapa tahun terakhir.
“Pasar negara berkembang saat ini melewati periode permintaan yang lebih lambat dan volatilitas, tapi strategi kami tetap tidak berubah,” kata kepala eksekutif Unilever, Paul Polman, dalam pernyataannya.
Penjualan pokok di pasar negara berkembang naik 6,6 persen dari tahun sebelumnya menjadi 6,44 miliar euro (sekitar Rp103,4 triliun), sementara itu turun 0,3 persen menjadi 4,96 miliar euro (sekitar Rp79,6 triliun) di pasar negara maju seperti Eropa.
Perusahaan tersebut melakukan investasi secara besar-besaran di pasar berkembang, yang saat ini menyumbang lebih dari setengah penjualan perusahaan, untuk mengimbangi krisis di Eropa dan Amerika Serikat.
Namun Unilever tidak memublikasikan laba untuk kuartal pertama. Pihaknya juga akan melakukan hal yang sama untuk laporan hasil setengah tahun.(win15)