Kawasan terpadu sebagai model pembangunan perumahan

KANALSATU – Berdasarkan data di Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, sejak tahun 2000 pertumbuhan penduduk di Jatim dibawah 1%. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk Jatim per tahun selama 10 tahun terakhir periode 2000-2010 sebesar 0,75%.
Dan laju pertumbuhan penduduk dibawah 1%, diharapkan bisa memberi sumbangan terhadap proses perencanaan pembangunan yang matang dan muaranya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal yang menarik bahwa perkembangan penduduk perkotaan ternyata juga meningkat tajam.
Peningkatan penduduk kota yang terus meningkat membuat Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Gresik berinisiatif untuk membangun suatu kawasan terpadu seperti menciptakan kota mandiri. Sehingga masyarakat sekitar tak selalu menggantungkan perekonomian dari masyarakat kota sebagai salah satu tempat untuk memutar roda perekonomian.
Salah satu master plan yang sudah disiapkan adalah pembangunan Gresik Selatan, dipilihnya kawasan tersebut karena dinilai sebagai salah satu kawasan yang strategis. Apalagi Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menetapkan gresik sebagai kawasan yang mendapat jatah program pengembangan kawasan. Dan dana yang disiapkan untuk megaproyek tersebut tidak main-main mencapai Rp5 triliun.
Rencananya ada empat kecamatan yang ditetapkan menjadi wilayah pengembangan gresik selatan yakni Wringin Anom, Kedamean, Driyorejo serta Menganti yang diplot sebagai pusat kota. Dipilihnya Kecamatan Menganti karena wilayah ini ditengarai sebagai salah satu wilayah yang strategis sebagai penghubung dari kecamatan-kecamatan tersebut. Karena sebagai wilayah penghubung yang strategis untuk mempertemukan Menganti-Benowo, Menganti-Bringkang hingga tembus Mojokerto, Menganti-Driyorejo hingga tembus Sidoarjo dan Menganti-Krian.
Program pengembangan kawasan permukiman di wilayah gresik selatan sebenarnya sudah bergulir untuk tahap awal disiapkan 2.500 hektare lahan untuk pengembangan perumahan terpadu. Tepatnya berada di belakang pasar menganti. Dan dimulai dengan pembangunan perumahan puri Menganti Indah, Griya Kencana 2, hingga Graha Puncak Anom, dan nantinya lahan kosong di sekitar perumahan tersebut akan menjadi pengembangan perumahan terpadu.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dalam suatu kesempatan mengutarakan bahwa dengan penetepan Mengati sebagai kawasan terpadu dari kemenpera, membuat rasa optimis yang tinggi bahwa Gresik Selatan yang selama ini dipandang sebelah mata karena keterbatasan infrastruktur bisa menjadi kawasan terpadu yang layak dan menjanjikan.
“Percepatan pengembangan Gresik Selatan khususnya wilayah kota Menganti bisa segera terealisasi dengan adanya program dari Kemenpora. Dan kami pastikan infrastruktur diakawasan ini akan menyerupai kawasan satelit yaitu serba terjangkaunya fasilitas sarana dan prasarananya baik itu akses jalan yang sangat indah maupun fasilitas air PDAM,” jelasnya.
Dan mimpi untuk menjadikan Menganti sebagai sentra bisnis baru akan segera terwujud dengan percepatan pembangunan Tol Sumo (Suroboyo-Mojokerto) yang kini dalam proses penggarapan. Kota Menganti diplot sebagai kawasan pemukiman yang strategis karena dekatnya Gresik Selatan dengan Surabaya – Sidoarjo – Gresik – Krian - Mojokerto. Adanya Tol Sumo bisa dijadikan salah satu alasan Mengati sebagai kota transit penghubung terbaik anatr kota di Jatim.
Pemkab Gresik sangat sadar bahwa Menganti tak hanya sebagai kota pemukiman terpadu yang baru dan pusat bisnis baru, namun bisa menjadi kawasan industri baru juga yang nantinya bisa menunjang perekonomian daerah agar tak selalu terpusat di kota saja. Dan berbagai penunjang infrastruktur juga mulai digarap seperti akses jalan yang menghubungkan Surabaya – Gresik lewat jalan Menganti atau Gresik – Mojokerto yang melintasi jalan Krian juga sudah berjalan mulus bahkan pengerjaannya sudah dimulai pada 2011 lalu.
Kini, Gresik Selatan sudah berubah total dari yang sebelumnya hanya bantaran sawah yang luas disulap menjadi suatu kawasan terpadu sebagai salah satu sentra bisnis baru untuk menggerakan perekonomian daerah terutama kota Pudak, Gresik. Sekarang hasilnya sudah sangat terasa sekali, Gresik Selatan sekarang berubah total, pergerakan ekonomi di atas fundamen yang kuat ini telah membawa Kabupaten Gresik mencatat economic growth rata-rata di atas 7,30% dalam tiga tahun terakhir.
Dan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun ekonomi Jawa Timur. Industri pengolahan mengkontribusi terbesar PDRB Kabupaten Gresik, diikuti sektor perdagangan dan jasa. Besarnya kontribusi sektor industri pengolahan menjadikan prioritas program pemkab Gresik, diarahkan kepada penguatan infrastruktur bagi perkembangan kawasan industri dan industrail estate (warehousing).
Khususnya pada program-program yang menstimulir terdorongnya aktivitas sektor industri dan investasi. Targetnya, industri existing bisa terus berkembang dan investasi baru terus berdatangan, PDRB terus bertumbuh, sehingga ada economic effects yang besar bagi kesejahteraan masyarakat akibat dampak dari pembangunan Gresik Selatan.
Selain itu berdirinya beberapa pergudangan dan perumahan yang ada dalam kawasan Gresik Selatan ini akan dilengkapi pusat komersial ( mall, trade centre, perkantoran, hotel dan restauran). Lokasi kawasan ini terbilang sangat strategis, karena berbatasan langsung dengan Surabaya Barat yang sedang mengalami perkembangan pesat sebagai wilayah bisnis dan permukiman mewah adanya Grup Ciputra yang terus membidik Surabaya Barat sebagai sentra industri baru.
Sekedar diketahui Gresik Selatan juga berbatasan dengan bagian tenggara Gresik yang sudah terdapat Proyek Perumahan Kota Baru oleh Perumnas dengan luasan 1.000 ha. Perbatasan bagian selatan merupakan daerah industri eksisting dan ada sudah sekitar 250 pabrik beroperasi, dan kawasan blok ini akan ditetapkan menjadi daerah industri baru. Bagian selatan Driyorejo dan Wringinanom berbatasan dengan Krian Sidoarjo yang kini telah berkembang sebagai wilayah industri dan pergudangan. Akses masuk lokasi perencanaan bisa melalui beberapa alternatif, baik dari arah Surabaya, arah Sidoiarjo, maupun arah Mojokerto. Sedangkan Jalan Tol Surabaya Mojokerto (Tol Sumo) juga menyiapkan pintu tol di Wringinanom dan di Banjaran Driyorejo, keduanya masuk dalam wilayah perencanaan.
Pembangunan Gresik Selatan sebagai salah satu kawasan terpadu ini sejalan dengan pemikiran dan cita-cita Erlangga Satriaagung, Ketua DPD REI Jatim yang ingin mewujudkan pembangunan perumahan yang ramah lingkungan, tidak menimbulkan keruwetan pasca pembangunan, serta bisa memberi peluang bagi penghuninya untuk berbisnis agar tak mati gaya seperti obrolan anak muda jaman sekarang.
“Pembangunan Kawasan terpadu bisa bermanfaat besar bagi masyarakat sekitar. Tak hanya menyelamatkan dari kemiskinan juga bisa menghindarkan masyarakat dari dampak pembangunan. Maklum kalau pembangunan dilakukan dengan tidak hati-hati, maka yang terjadi bukan kemakmuran tapi bencana yang semuanya itu dialkukan oleh manusia itu sendiri,” jelasnya beberapa saat yang lalu.
Erlangga juga menjelaskan bahwa pembangunan yang tak berkonsep tentu akan merugikan secara nasional, karena dampaknya bisa sangat komplek sekali termasuk mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
“Kebutuhan rumah sederhana tapak (RST), sebagai bentuk pemerataan pembangunan sangat dibutuhkan sekali. Seiring tren pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang cukup tinggi, 7,27% pada 2012 dan 6,55% pada 2013, kebutuhan tempat tinggal yang sifatnya pokok ikut naik, tidak terkecuali bagi golongan menengah ke bawah dengan RST sebanyak ribu unit pada 2012 dan 28 ribu unit pada 2013. Hal itu sejalan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim yang mengalami peningkatan dari 71,62 menjadi 72,15, serta indeks disparitas dari 115,14 menjadi 115,13,” pungkasnya.(win12)