Karen Agustiawan, Anggota Komite Nasional MEA

FIGUR

Karen Agustiawan

KANALSATU – Meski dikabarkan akan mengajar di Universitas Harvard di Cambridge – AS, setelah mundur dari jabatan Dirut PT Pertamina beberapa pekan lalu, namun nama Karen Agustiawan tercatat pada nomor urut satu sebagai Anggota Komite Nasional Persiapan MEA dari kategori perorangan yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 37 TH 2014.

Selain nama Karen yang terlahir di Bandung 19 Oktober 1958 ini, tokoh lain yang masuk sebagai Anggota Komite Nasional MEA dari kategori perorangan diantaranya ekonom Didik J. Rachbini, pengusaha Soebronto Laras, pengusaha Hariyadi Sukamdani, ekonom Umar Juoro, dan dirut Garuda Indonesia Emirsyah Sattar.

masuk daftar: Asia's 50 Power Businesswoman 2011

Pengalaman Karen Agustiawan di lingkungan internasional sudah malang-melintang, sehingga tidak berlebihan jika namanya dikabarkan telah masuk daftar pengajar senior di Universitas Harvard di Cambridge – AS, dan sudah tercatat namanya di website perguruan tinggi ternama itu di AS tersebut.

Sehingga sangat tepat jika nama Karen dimasukkan dalam Komite Nasional  MEA yang bertugas mempersiapkan pelaksanaan borderless business pada Asean Economic Community (AEC) atau sering disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Mantan dirut Pertamina ini juga pernah masuk daftar : Asia's 50 Power Businesswoman 2011 versi Majalah FORBES.

Karen adalah Istri dari Herman Agustiawan  (Anggota Dewan Energi Nasional/jebolan BPPT) dan putri dari pasangan R. Asiah dan Dr. Sumiyatno (utusan pertama Indonesia di World Health Organization dan presiden terdahulu dari Biofarma). Ibu dari 3 anak ini menyelesaikan kuliahnya di kota kelahirannya, yakni di Institut Teknologi Bandung - Teknik fisika, lulus pada 1983.

selalu jadi sorotan media massa

Karen diperkirakan akan mewarnai arah Komite Nasional MEA yang dibentuk melalui Keppres Nomor 37 TH 2014 dan telah ditetapkan oleh Presiden RI pada 1 September 2014 lalu. Selain kategori perorangan, Kimite Nasional itu juga terdiri dari: Menko Perekonomian, Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan, dan Ketua Umum KADIN, Ketua Umum Apindo, Kepala BKPM, Kepala Badan Standardisasi Nasional, dan Kepala BPOM,

Selain itu juga ada Ketua Forum Gubernur, serta sejumlah rektor perguruan tinggi : Rektor Universitas Indonesia; Rektor Universitas Hasanudin; Rektor Universitas Mulawarman; Rektor Universitas Pattimura; Rektor Universitas Andalas; dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.(win1)

Komentar