Dwi Soetjipto, tancap gas di Pertamina

PROFIL

KANALSATU – Publik hampir tidak perlu menebak siapa yang akan dipilih oleh pemerintah untuk dijadikan dirut PT Pertamina, karena Dwi Sutjipto – yang sejak awal namanya masuk dalam daftar calon dirut BUMN migas itu, diyakini banyak pihak sebagai figur yang akan diberi amanah jabatan tersebut.

Pasalnya, Dwi yang kini masih menjabat Dirut PT Semen Indonesia Tbk itu dikenal memiliki kapasitas mumpuni untuk mengelola korporasi besar sekelas Pertamina. Selama ini Dwi sering disebut sebagai ekskutif handal, misalnya, berhasil menggabungkan tiga perusahaan BUMN semen ke dalam satu wadah holding.

Dwi juga dinilai sebagai ekskutif BUMN yang berhasil membawa korporasi yang dipimpinnya melenggang ke kancah internasional, setelah membeli sebagian besar saham Thang Long Cement, Vietnam. Dengan kapasitas maupun pengalaman, Dwi diyakini bisa membawa Pertamina ke arah yang lebih baik: profesional, transparan, dan bisa menjadikan Pertamina sehat.

Bahkan sesaat setelah diumumkan sebagai Dirut Pertamina, Dwio buru- buru mengeluarkan statemen akan bekerjasama dengan KPK dalam menjalankan perusahaan skala dunia bidang migas tersebut.

saat diumumkan oleh Menteri BUMN Rini Spemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said

Tugas Dirut Pertamina memang relatif berbeda dengan tugas direksi BUMN lainnya. Mengingat  Pertamina bertanggung-jawab terhadap distribusi hilir sektor migas nasional. Di sektor ini tantangannya sangat besar, selain harus vis a vis dengan sesama perusahaan migas negara lain, juga head to head dengan broker dan ‘mafia’ migas yang selama ini mapan memasok BBM nasional.

Terkait dengan itu, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, me-wanti-wanti ( berharap) Dwi dan Jajarannya dapat terus memperbaiki tata kelola migas nasional secara lebih profesional, dan transparan sehingga dapat membawa BUMN yang dipimpinnya menjadi perusahaan kelas dunia.

 “Pak Dwi, adalah orang yang akan dapat membawa Pertamina menjadi perusahaan kuat dan profesional. Namun yang terpenting adalah bagaimana Pertamina segera lepas dari wilayah politik,” kata Menteri ESDM (28/11).

Selanjutnya Menteri berharap, seluruh keluarga besar Pertamina dapat menerima siapapun pemimpin yang telah ditunjuk oleh pemerintah melalui persetujuan Presiden RI.  “Kalau warga Pertamina dan komunitas migas percaya kepada Presiden, maka percayalah kepada pilihannya,” kata Menteri ESDM. (SF)

Dwi Soetjipto yang lulusan Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – Surabaya ini sudah kenyang pengalaman, terutama dalam mengelola SDM perusahaan. SDM yang tadinya resistensi atas kehadirannya sebagai Dirut di PT Semen Gresik –setelah sebelumnya Dirut Ptemen Padang, misalnya, justru berubah menjadi karyawan yang loyal terhadap perusahaan.

Terkait dengan itu, Dwi sempat menulis buku bertajuk: “Road to Semen Indonesia Transformasi Korporasi ; Mengubah Konflik menjadi Kekuatan.”  Berbagai kisah konflik, tantangan, dan kinerja perusahaan, adalah tahapan yang pernah dilalui oleh Dwi Sutjipto. Serta menyatukan berbagai perbedaan, mengawal proses transformasi, hingga upaya pencapaian visi menuju BUMN level world class company.

terbukti sukses membawa Semen Gresik

Ayah empat putra (Aditiya Hadi Wicaksono, Wahyu Agung Pramudito, Dananto Adi Nugroho, Muhammad Baskoro Aji) ini dalam memimpin perusahaan tidak bisa hanya sekadar duduk di kursi nyaman dan hangat, namun memiliki nyali dan berani menanggung risiko atas jabatan yang dipegang.

Kasus di Semen Padang yang dulu pernah bergejolak, menjadikan pengalaman bagi Dwi Soetjipto untuk mencoba berbagai macam strategi agar manajemen perusahaan terus berputar – saat awal masuk ke Semen Gresik yang ditandai resistensi sebagian karyawan SG. Begitu juga saat membangun Holding Semen Indonesia.

Arek Suroboyo asli ini terbiasa mengidentifikasi berbagai persoalan: mulai dari  resistensi karyawan, konsolidasi operasional, corporate culture, dan persoalan-persoalan lain. Satu persatu persoalan diselesaikan. Sehingga menjalankan roda PT Pertamina akan mudah bagi Dwi – meskin misalnya ada resistensi dari sebagian karyawan – sebagai bentuk penolakan karena Dwi bukan dari kalangan dunia migas. (win5)

Komentar