Provinsi Jatim siap jadi percontohan MP3EI

KANALSATU - Tahun 2015 Provinsi Jawa Timur siap menjadi contoh atau pusat master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) di Pulau Jawa dan Indonesia Timur. Untuk itu mulai saat ini Pemprov Jatim terus memacu pertumbuhan perekonomiannya.
Ketua Komite Tetap Jaringan Usaha Indonesia Timur, Sagustiono mengatakan wilayah Jatim ini merupakan kawasan strategis karena memiliki kawasan pertumbuhan sektor ekonomi yang bagus yang merupakan pengembangan koridor ekonomi Indonesia.
"Ini merupakan bentuk penguatan ekonomi Nasional. Diantaranya sebagai penguatan konektivitas sesuai yang telah dicanangkan dalam Master Plan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI, red)," kata Sagustiono, Jumat (5/12/14).
Sagustiono menjelaskan penguatan konektivitas ini menjadi tumpuan utama. Hal itu tidak lain disebabkan oleh melemahnya pasar ekspor terkait kondisi empiris terjadinya krisis finansial global, baik di Amerika maupun Eropa. "Justru hal inilah yang mengakibatkan pelambatan-pelambatan ekonomi di banyak negara," jelasnya.
Meski hal tersebut menyebabkan pasar ekspor di kawasan Amerika dan Eropa melemah, sehingga net ekspor Indonesia mengalami pelambatan. Pemerintah optimis laju perekonomian bisa kembali stabil dan bahkan mampu tumbuh lebih tinggi lagi.
Sementara itu dari catatan Bank Indonesia pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III 2014 mencapai 5,0%. Angka tersebut lebih rendah daripada triwulan II sebesar 5,1% dan pada triwulan I sebesar 5,2%.
Sagustiono menilai perlambatan ekonomi nasional diindikasikan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi di Sumatra dan DKI Jakarta. Selain itu, Menurutnya ,jika terjadi penurunan, lebih karena adanya tekanan permintaan dunia dan tekanan komoditas yang berpengaruh di Sumatra.
Dari data yang adauntuk pertumbuhan ekonomi di Sumatra terus mengalami penurunan, pada triwulan III sebesar 4,5%, lebih rendah dibanding triwulan II yang mencapai 4,9%, dan triwulan I sebesar 5,4%. Sementara pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta cenderung stagnan pada triwulan III mencapai 6,0%, sama persis dengan capaian triwulan I. Sedangkan pada triwulan II sempat naik mencapai 6,1%.
Meski demikian, terdapat tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional yang tampak di Jawa (kecuali DKI Jakarta) yang mulai stabil dan pertumbuhan KTI yang terus membaik. Di Jawa, pertumbuhan ekonomi di atas pertumbuhan nasional. Pada triwulan III mencapai 5,6%, sama persis dengan triwulan II, dan lebih rendah dari triwulan I yang mencapai 5,7%.(win8/12)