Penyerang Charlie Hebdo gunakan senjata serbu AK-47

Polisi mengamankan lokasi kejadian pembantaian di kantor majalah Charlie Hebdo di Paris.

KANALSATU - Saksi mata pembantaian 12 orang di kantor majalah Charlie Hebdo mengatakan, dua orang penyerang mengenakan kerudung hitam. Keduanya menembaki secara membabi buta menggunakan senjata serbu buatan Rusia Kalashnikov atau yang dikenal sebagai AK-47.

Kantor berita Prancis AFP merilis, dua dari 12 korban tewas adalah polisi dan beberapa orang yang terluka kini dalam kondisi kritis.

“Ada dua orang berkerudung hitam memasuki gedung dengan menenteng Kalashnikov. Beberapa menit kemudian kami mendengar banyak tembakan. Setelah membantai, orang-orang itu kemudian terlihat melarikan diri,” ungkap seorang saksi mata Benoit Bringer kepada saluran TV Perancis Itele di Paris, Rabu (7/1/15).

Baca: Kantor majalah penghina Nabi Muhammad diserang, 12 tewas

“Ini pembantaian,” kata pejabat polisi Prancis Luc melalui saluran BFMTV.

Polisi telah memperingatkan media Prancis untuk waspada dan memerhatikan keamanan setelah serangan tersebut.

Pemerintah Prancis sebenarnya sudah menaruh kewaspadaan tinggi terhadap serangan setelah beberapa insiden sebelum Natal 2014. Saat itu, sejumlah mobil dihancurkan para pembeli di Kota Dijon dan Kota Nantes, serta eorang polisi di Kota Tours diserang pria menggunakan pisau.

Pemerintah Prancis membantah serangan menjelang Natal itu terkait pengumuman tentang rencana peningkatan keamanan di ruang publik, termasuk penyebaran sekitar 300 tentara.(win10)

Komentar