Investasi pulau kecil menggairahkan

Pulau Bawah (citysaidah.wordpress.com).

Pulau Bawah yang terletak di Kecamatan Siantan, Kepulauan Riau, merupakan salah satu dari ribuan pulau di Indonesia yang sejak lama menjadi perbincangan dan daya tarik wisata bahari dunia. Daya tarik gugusan Kepulauan Anambas ini dinobatkan menduduki urutan pertama mengungguli 4 pulau tropis terbaik versi Kantor Berita CNN, yaitu Koh chang (Thailand), Langkawi (Malaysia), Halong Bay (Vietnam) dan Similand Island (Thailand).

Gabungan investor dari Inggris dan Prancis di bawah naungan PT Pulau Bawah yang mengantongi kontrak pengelolaan selama 30 tahun, kini sedang menyelesaikan 200 vila dan fasilitas pendukung lainnya.

Bob, salah satu pekerja konstruksi yang menggarap Jetty di Pulau Bawah yang ditemui di Batam belum lama ini mengatakan, kendati belum dioperasikan, Pulau Bawah sudah mendapat kunjungan kapal pesiar dari manca negara.

Umumnya, wisatawan menikmati keindahan perairan Pulau Bawah dengan snorkeling, diving atau fishing dan berselancar. Tak hanya menjaring wisatawan kapal pesiar, pelancong ke Pulau Bawah juga dapat mnggunakan pesawat amfibi yang dapat mendarat di laut.

Selain mengeksploitasi pesona wisata bahari, Provinsi Kepulauan Riau getol menggarap hasil pertambangan. Data dari Forest Watch Indonesia di provinsi tersebut telah menerbitkan 136 izin pertambangan dengan luas 42.624 Ha. Perlu dicatat, 100% atau 900 Ha daratan di kepulauan tersebut merupakan bagian dari pulau kecil.

Didaftarkan ke PBB

Sementara dalam konferensi United Nations Conference on Standardization of Geographical Names (UNCSGN) di New York pada 2012, Indonesia telah mendaftarkan sebanyak 13.466 pulau bernama ke PBB. Jumlah total pulau tercatat 17. 504 dari 17.508 pulau karena Sipadan dan Ligitan diambil Malaysia serta pulau Kambing dan Yako ke Timor Leste.

Pada 2011, menurut catatan Kementerian Kelautan dari Perikanan (KKP), terdapat 28 pulau kecil tenggelam dan 24 pulau kecil terancam tenggelam. Kajian Indeks  dampak perubahan Iklim oleh maplecrof, 1.500 pulau kecil akan tenggelam pada 2050.

Dihubungi terpisah, Ketua Forum Masyarakat Kelautan, Maritim dan Perikanan Oki lukito mengatakan, KKP sebaiknya transparan menyebut pulau-pulau mana saja yang dikelola oleh swasta/intansi atau perorangan asing. "Catatan saya, ada sedikitnya 12 pulau yang dikelola lembaga/perorangan asing yang mengelola pulau-pulau tersebut sebagai destinasi tujuan wisata. Salah satunya Raja Ampat," ucapnya seraya mengatakan KKP dan pemerintah setempat harus berani menjamin akses untuk nelayan tradisional yang terbiasa menangkap ikan di sekitar pulau-pulau yang dikomersialkan tersebut.(win17)

Komentar