PPP kubu Romy ingin islah hadapi pilkada

DPP PPP versi Romahurmusiy tawarkan islah demi pilkada.

KANALSATU - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy mengaku tengah mengupayakan islah dengan pengurus DPP PPP hasil Muktamar Jakarta. Langkah itu ditempuh menghadapi ajang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang bakal digelar serentak tahun ini.

“Sekarang ini kami mengupayakan islah dengan muktamar Jakarta demi menghadapi Pilkada serentak yang akan dilaksanakan dalam hitungan bulan,” kata Wakil Sekretaris Jendral PPP versi muktamar Surabaya Qoyyum Abdul Jabbar di Jakarta, Minggu (12/4/15).

Upaya islah dengan kubu DPP PPP pimpinan Djan Faridz tersebut dikatakan Qoyyum dalam acara diskusi bulanan yang digagas Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAAPPMI) bertajuk ‘Di balik Politik Pecah Belah Partai’ di Jakarta.

Kendati kubu PPP Romi menginginkan islah, Qoyyum mengatakan, hasilnya kembali pada Djan Faridz sebagai ketum yang dipilih dalam Muktamar Jakarta. “Hasilnya tetap kembali pada kubu Muktamar Jakarta yang dipimpin Djan Faridz nantinya. Yang jelas kami ingin islah.”

Dia meyakini, kepengurusan versinya lebih berhak membawa nama PPP mengikuti ajang pilkada, karena hingga kini Kementrian Hukum dan HAM mengakui Muktamar Surabaya yang sah. “Keputusan Kemenkumham kami anggap masih sah dan tidak dapat diubah sampai ada keputusan hukum tetap, meskipun dalam banding PTUN pengadilan mengesahkan kubu Djan Faridz.”

Qoyyum menegaskan, keputusan Kemenkumham Yasonna Hamonangan Laoly itu didasari kenyataan di lapangan Muktamar Surabaya dihadiri 72% perwakilan daerah. “Ini secara de facto dan de jure bukti sahnya karena aturan sah itu kan 2/3 dari keseluruhan suara.”

PPP, katanya, optimistis akan memenangi 75 pilkada serentak tersebut. Namun, dia tidak mau merinci target mana saja yang diincar parpol yang tengah mengalami konflik internal itu. “Target memenangi 75 pilkada se-Indonesia. Namun, saya belum tahu mana saja. Apakah di Jawa atau luar Jawa. Ini akan audiensi dulu.”(win10)

Komentar