Romi cs dituding tak tulus islah

KANALSATU - Kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar VIII Surabaya Romahurmuziy, dituding tidak tulus ikhlas mengajak islah kubu Ketua Umum PPP hasil Muktamar VIII Jakarta Djan Fariz. Bila memang ingin mengajak islah, kubu Romi mestinya tidak ingin menang sendiri.
Sekretaris Jenderal PPP hasil Muktamar VIII Jakarta Dimyati Natakusumah mengatakan, kubu Romi tidak mengakui hasil Muktamar VII Jakarta dalam tawaran islahnya. "Ini seolah-olah mengajak islah terbuka seperti mengajak perang terbuka," kata Dimyati di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/15).
Seperti diketahui, Muktamar VIII Jakarta menetapkan Djan Fariz sebagai Ketua Umum PPP. "Ketua umum kami seolah-olah dianggap tidak layak dan tidak cocok. Itu bukan mengajak islah," cetus Dimyati.
Menurut Dimyati, polemik di tubuh PPP hanya bisa diselesaikan dengan cara islah atau menunggu putusan pengadilan yang bersifat tetap alias inkrah. Apabila kubu Romi memaksa dilakukan islah, maka harus menguntungkan kedua belah pihak. "Jangan win lose, kan win-win, jangan ada yang merasa berhak atau tidak berhak. Yang sah itu kami (DPP PPP hasil Muktamar VIII Jakarta)," tegas Dimyati.
Ketua Umum PPP hasil Muktamar VIII Surabaya, Romahurmuziy (Romi), siap merekrut Ketua Umum PPP hasil Muktamar VIII Jakarta, Djan Faridz. Adapun yang ditawarkan adalah posisi Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP.
"Kami siap menempatkannya (Djan Faridz) sebagai waketum atau posisi-posisi apapun, selain ketua umum dan sekretaris jenderal," kata Romi dalam keterangan pernya, Sabtu (14/3/15).
Kendati demikian, masih ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi kubu Djan Faridz bila memang bersedia islah dengan kubu Romi. Yakni, harus keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).
Serta Fraksi PPP DPR RI kubu Djan Faridz tidak melanjutkan rencana hak angket terhadap Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. "Kami sambut niat tersebut dengan tangan terbuka, dan kami tunggu realisasi langkah rekonsiliasi selanjutnya," tegas Romi.(win6)