Siti Zuhro: Proses Pilkada perlu persiapan lebih matang

KANALSATU - Peniliti senior bidang politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) R Siti Zuhro menyatakan imbauannya kepada Pemerintah agar bisa secara baik mempersiapkan penyelenggaraan pemilu kepala daerah serentak dengan lebih matang matang guna mencapai kondisi proses politik pilkada secara kondusif.
"Pemerintah agar mengantisi daerah-daerah belum siap dan tidak siap menyelenggarakan pemilu secara serentak pada Desember 2015," kata R Siti Zuhro pada diskusi "Dialog Pilar Negara: Pilkada Serentak" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (13/4/15).
Lebih jauh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadwalkan akan menyelenggarakan pilkada secara serentak, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, di 269 daerah di seluruh Indonesia, pada 9 Desember 2015.
Bahkan secara khusus disebutkan bahwa proses pendaftaran bakal calon kepala daerah telah ditetapkan pada akhir Juli 2015 mendatang.
Secara khusus menurut Siti Zuhro, ada daerah yang menyatakan belum siap dan tidak siap menyelenggarakan pilkada pada seperti di Papua dan Papua Barat.
"Pemerintah hendaknya tanggap dan dapat mengantisipasi daerah-daerah yang belum siap dan tidak siap menyelenggarakan pilkada serentak," katanya.
Disisi lain Siti Zuhro menegaskan, pemerintah agar mempersiapkan penyelenggaraan pilkada secara serentak secara matang dan mengantisipasi jangan sampai terjadi situasi tidak kondusif.
Pada kesempatan tersebut, Alumnus program doktoral dari perguruan tinggi di Pert Australia itu menjelaskan, jika mencermati penyelenggaraan pilkada selama 40 tahun terakhir, sejak 1974 hingga 2014, telah mengalami dinamika yang luar biasa.
Sementara itu menurut alumnus Hubungan Internasional Universitas Jember itu, penyelenggaraan pilkada serentak ada sisi positif dan negatifnya.
Sisi positifnya adalah, melibatkan langsung partisipasi rakyat sehingga membuat rakyat lebih melek politik.
Sebaliknya, sisi negatifnya adalah terjadi praktik politik uang, karena adanya keinginan dari calon kepala daerah untuk menang dengan segala cara. Pada pilkada serentak, kata wanita yang dibesarkan di Kabupaten Lumajang itu, juga terjadi "pecah kongsi" di antara pasangan kepala daerah. (ant/win7)