Kader Golkar: Mas Agung I Miss You

Rapat Partai Golkar yang dihadiri dua kubu yang sebelumnya berseteru, di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (4/2/16).

KANALSATU - Pengurus Harian DPP Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) VIII 2009 Riau, Wati Amir mendapatkan kesempatan berbicara dalam rapat di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (4/2/16). Rapat dihadiri oleh dua kubu di Partai Golkar yang sebelumnya berseteru.

Pada kesempatan itu, Wati mengaku bangga sekaligus terharu setelah mengetahui berita bahwa Abu Rizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono sepakat untuk berdamai.

"Saya begitu lihat Mas Agung dan Pak Ical rangkulan di TV, saya menangis. Saya begitu terima undangan rapat ini, ingin segera cepat-cepat. Mas Agung I miss you," ucap Wati sambil melambaikan tangan ke arah Agung Laksono.

Ucapan Wati pun disambut senyum Agung dan Ical. Bahkan, Agung sempat membalasnya dengan "cium jauh" kepada seluruh peserta rapat sambil tertawa.

Wati lantas melanjutkan ungkapan kegembiraannya bisa bertemu lagi dengan Agung Laksono, yang sudah dikenalnya sejak 30 tahun silam. "Saya tadi pas ketemu (Agung Laksono) langsung salim. Saya sudah kenal mas Agung sejak 30 tahun yang lalu sejak masih kecil sampai sekarang. Jadi politikus melanjutkan cita-cita ayahnya," ujar Wati.

Sementara itu, acara rapat dibuka oleh Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakrie (Ical). "(Rapat pengurus harian) Ini merupakan tanda persahabatan abadi untuk memajukan Golkar, silaturrahim dan mempererat cinta yang sudah bersemi. Jadi tidak ada masalah lagi," kata Ical dalam sambutannya.

Rapat kali ini tidak akan menyinggung soal kepanitiaan musyawarah nasional (munas). Nantinya, munas dibahas dalam rapat pengurus harian berikutnya. "Prinsipnya, kedua belah pihak sebagai ketua umum dan wakil ketua umum dari Munas Riau, kita merapat pada hari ini tujuannya cuma satu. Yaitu, sudah lama tidak bertemu dan kita ingin berbincang-bincang. Jadi bukan ada acara khusus seperti munas," ucapnya.

Ical berharap, Munas Golkar bisa digelar secepatnya. Apabila Maret sudah siap digelar, maka tidak ada salahnya dilaksanakan saat itu juga. "Mungkin akhir bulan ini kita sama-sama buat panitia munas. Kita laksanakan munas dalam waktu sesingkat-singkatnya. April atau Mei, kalau bisa lebih cepat. Saya belum baca surat dari Dewan Pertimbangan, katanya mengusulkan Maret. Ya sudah, Maret-April-Mei buat saya sama saja," tegas Ical.

Sementara dalam rapat, tak tampak hadir Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung. Tidak diketahui secara pasti alasan ketidakhadiran Akbar Tandjung.(win6)

Komentar