PTPN X kejar target produksi 475.000 ton gula di 2016

KANALSATU - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mentargetkan produksi gula pada 2016 ini mencapai 475.000 ton atau meningkat sekitar 10 persen dari produksi 2015 yang tercatat sebesar 431.020,04 ton. Sementara untuk rendemen (kadar gula dalam tebu) ditargetkan naik menjadi 8,5 persen dari 8,3 persen pada periode yang sama.

Direktur Utama PTPN X (Persero) Subiyono mengatakan hal tersebut, Kamis (31/3). “Dengan target seperti itu diharapkan PTPN X tetap akan menjadi BUMN penghasil gula terbesar di Indonesia,” kata Subiyono.

Dia optimis BUMN pergulaan yang dipimpinnya itu mampu mencapai target tersebut kendati dibayang-bayangi dengan kekhawatiran potensi penurunan produktivitas tebu sebagai dampak anomali cuaca.

“Mengantisipasi kemungkinan penurunan produksi tebu kami melakukan revitalisasi berkesinambungan baik di bidang budidaya (on farm) maupun pabrik (off farm). Secara on farm, semisal dengan menggunakan benih-benih unggulan dan melaksanakan intensifikasi pada tanaman,” urai Subiyono.

Sementara dari sisi off farm dilakukan peningkatan efisiensi seperti elektrifikasi mesin penggerak terutama untuk menekan penggunaan bahan bakar, efisiensi mesin giling, menekan tingkat kehilangan gula, dan pengurangan jam berhenti dengan memperbaiki indikator kelancaran pasokan tebu.

“Semua itu penting dilakukan karena akan sangat menentukan daya saing pabrik gula, terutama terkait dengan biaya produksi yang berpengaruh pada profitabilitas perusahaan,” tegasnya.
Menanggapi beredarnya isu adanya jaminan tingkat rendemen tebu petani sebesar 8,5 persen oleh pabrik gula non PTPN, bahkan rendemen hingga 9 persen oleh pabrik gula swasta, Subiyono mengaku tak khawatir tebu petani yang selama ini telah bermitra dengan PTPN X akan ‘menghilang’.

“Peran petani sebagai pemasok bahan baku tebu di lingkungan PTPN X sangat sentral. Karenanya PTPN X sangat concern dalam hal pelayanan kepada mereka. Salah satunya adalah dalam hal pendampingan serta fasilitasi beragam metode pelatihan budidaya dan mekanisasi,” tegas SUbiyono.

Masih terkait dengan concern pelayanan PTPN X terhadap petani di lingkungannya, BUMN tersebut juga tak sungkan menempatkan petugas (karyawan PTPN X, red) untuk  melakukan pengawalan di lahan-lahan tebu petani agar terhindar dari serangan hama penyakit tanaman. 

Sebagai catatan, pada 2015 lalu BUMN pergulaan yang mengelola sebelas pabrik gula yang tersebar di Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Kediri, dan Tulungagung itu menggiling 5,18 juta ton tebu yang dihasilkan dari lahan seluas 70.301 hektare.(win20)

Komentar