Sucofindo tambah portofolio dibidang laboratorioum

KANALSATU - Lesunya sektor pertambangan batu bara membuat PT Sucofindo (Persero) berancang-ancang untuk menambah portofolio pendapatan baru dari bidang laboratorium. Teranyar, pihaknya pun menyediakan layanan laboratorium kalibrasi bagi pelanggan industri.
Kepala Cabang PT Superintending Company of Indonesia (Persero) Surabaya, Erwin SP Sibuea mengatakan pihaknya telah menggelontorkan dana sebanyak Rp 2 miliar untuk membeli peralatan uji kalibrasi tersebut. “Kami menargetkan ada 75 sampai 100 pelanggan yang menggunakan layanan tersebut,” kata Erwin SP Sibuea di Surabaya, Selasa (2/8/16).
Erwin meyakini target ini akan tercapai sebab banyak industri di Jawa Timur yang membutuhkan jasa kalibrasi seperti makanan minuman, sparepart otomotif, power plant maupun bidang kesehatan. Kepala Bidang Dukungan Bisnis PT Sucofindo (Persero) Surabaya, Johny A.H. Tampi menambahkan portofolio Sucofindo terbagi menjadi 2 yakni laboratorioum dan jasa komoditi sarana perdagangan.
Pihaknya tahun ini membidik total pendapatan mencapai Rp 120 miliar. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu dengan realisasi pendapatan sebanyak Rp 108 miliar. “Dari angka itu untuk laboratorium kami targetkan berkontribusi sebanyak Rp 50 miliar,” ujarnya.
Sedangkan pendapatan dari bidang jasa komoditi sarana perdagangan ditargetkan menyumbang sebanyak Rp 70 miliar. "Untuk mineral saat ini sudah mulai bagus dan untuk batu bara memang cenderung menurun. Jadi, kami harus berjaga-jaga untuk itu salah satunya menambah layanan produk baru laboratorium kalibrasi,” ujar Johny.
Dia mengatakan tahun lalu kontribusi untuk batu bara di portofolio laboratorium bidang minerba mencapai 70%. Tetapi tahun ini mulai mengalami penurunan.
Realisasi pendapatan Sucofindo Surabaya di semester pertama tahun ini mencapai Rp 49 miliar. Angka ini masih di bawah target sebesar Rp 53,3 miliar. “Tetapi total target pendapatan kami dari laboratorium kalibrasi masih belum bisa dipastikan sebab ini masih baru dan belum ada dianggaran awal tahun,” ucap Johny.
Pihaknya saat ini telah menandatangani sejumlah kontrak dengan beberapa perusahaan migas yakni PT Pertamina (Persero) untuk jasa teknik peralatan di lingkungan migas. Serta pelanggan baru di Timor Leste untuk fumigasi. Sucofindo pun menargetkan pendapatan untuk bidang komoditi sarana perdagangan tahun ini mencapai Rp 38 miliar. Sedangkan di bidang jasa teknik dan industri mencapai Rp 19,7 miliar. Sedangkan di bidang pemerintahan sebesar Rp 12,3 miliar.(win8)