Hantaman rudal dari Yaman gagal mengenai Kapal Perang AS

KANALSATU - Dua rudal yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai pemberontakan di Yaman tidak mampu mengenai kapal perang AS yang berpatroli di lepas pantai Laut Merah di negara yang dilanda perang tersebut, kata angkatan laut AS pada Senin (10/10).

USS Mason "mendeteksi dua rudal yang masuk" dalam waktu satu jam pada pukul sekitar 19.00 malam (waktu setempat) pada Minggu, kata juru bicara Pusat Komando Pasukan Angkatan Laut Paula Dunn.

Kapal perang tersebut telah "melakukan operasi rutin di perairan internasional" pada saat itu, katanya dalam sebuah pernyataan.

"Kedua rudal tersebut menghantam air sebelum mencapai kapal," kata Dunn, sambil menambahkan bahwa "tidak ada pelaut kami yang cedera dan kapal tidak mengalami kerusakan."

"Kami menilai rudal tersebut diluncurkan dari wilayah yang dikendalikan Huthi di Yaman," katanya, mengacu pada pemberontak yang didukung Iran dalam memerangi pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Juga pada Senin, koalisi Arab melawan Huthi yang menuduh para pemberontak tersebut menembakkan rudal balistik ke arah kota barat daya Arab Saudi, Taif.

Rudal tersebut adalah salah satu dari dua yang dicegat oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi pada Minggu, kata koalisi tersebut, menambahkan rudal lainnya diluncurkan ke arah Marib, bagian timur dari ibu kota Sanaa, Yaman yang dikuasai pemberontak.(AFP/Ant)

Komentar