PBB minta Israel stop ekspansi permukiman di Palestina

KANALSATU - Dewan Keamanan PBB, Jumat (23/12), meminta agar Israel menghentikan aktivitas permukiman mereka di wilayah Palestina, dalam resolusi yang diterapkan setelah Amerika Serikat (AS) tidak memveto langkah yang mengecam sekutu terdekatnya di Timur Tengah.
Dalam langkah yang langka, AS sebaliknya memilih abstain, memungkinkan pengesahan langkah tersebut dengan 14 suara dukungan di dewan yang terdiri dari 15 anggota.
Orang-orang yang hadir di majelis dewan tersebut bertepuk tangan setelah penerapan resolusi tersebut, langkah pertama terkait isu Timur Tengah yang disahkan di dewan itu dalam delapan tahun.
Pemungutan suara tersebut dijadwalkan atas permintaan empat negara – Selandia Baru, Malaysia, Senegal dan Venezuela – yang turut serta mendorong aksi setelah Mesir pada Kamis menahan rancangan resolusi tersebut.
Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi menarik kembali langkah untuk mengecam kebijakan permukiman Israel setelah menerima panggilan telepon dari presiden terpilih AS Donald Trump, yang berbicara untuk mendukung veto AS.
Duta Besar Israel Danny Danon mengatakan bahwa pemerintahannya mengharapkan veto AS atas resolusi ini, “Saya yakin pemerintahan baru AS dan sekretaris jenderal PBB mendatang akan mengantar era baru dalam hal hubungan PBB dengan Israel,” ujar Danon.
Resolusi tersebut menuntut agar “Israel dengan segera dan menghentikan seluruh aktivitas permukiman di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem timur.”
Resolusi itu menyebutkan bahwa permukiman Israel “tidak memiliki kekuatan hukum” dan “sangat membahayakan kelangsungan solusi dua negara” yang diupayakan agar Palestina menjadi negara yang independen dan hidup berdampingan dengan Israel secara damai.
Permukiman Israel dianggap sebagai rintangan utama bagi upaya damai, karena permukiman itu dibangun di atas lahan warga Palestina yang melihatnya sebagai bagian dari negara masa depan mereka.(AFP/Antara/win)