Tak ada WNI jadi korban ledakan bom di konser Ariana Grande

Kepolisian Inggris ringkus seorang pria

KANALSATU – Terkait serangan teror yang terjadi saat konser Ariana Grande di Manchester yang menewaskan 22 orang, Kepolisian Inggris mengungkapkan, Selasa (23/05/17), pihaknya meringkus seorang pria berusia 23 tahun.

”Terkait dengan penyelidikan serangan mengerikan tadi malam di Manchester Arena, kami dapat mengonfirmasikan bahwa kami telah menangkap seorang pria berusia 23 tahun di Manchester Selatan,” menurut keterangan kepolisian.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London menyampaikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri tersebut. ”Hingga saat ini belum terdapat informasi mengenai adanya WNI yang menjadi korban dalam ledakan di Manchester,” kata keterangan pers KBRI London yang diumumkan pada akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Selasa (23/5/17).

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada korban dan keluarga korban atas peristiwa ledakan di Manchester, Inggris. Selanjutnya, KBRI London terus mengikuti perkembangan dan melakukan koordinasi dengan otoritas keamanan setempat di Inggris. Untuk informasi lebih lanjut, KBRI London menyediakan nomor hotline yang dapat dihubungi, yaitu +447881221235.

Selain itu, Kepolisian Manchester menyediakan nomor telepon darurat +44(0)1618569400 menyusul ledakan bom itu yang terjadi di Manchester Arena pukul 10.35 malam pada 22 Mei 2017 waktu setempat.

Seperti diketahui, sebuah ledakan hari Senin (Selasa WIB) terjadi pada konser di kota Manchester, saat penyanyi asal AS Ariana Grande tampil. Pihak kepolisian mengatakan bahwa mereka telah menanggapi laporan adanya sebuah ledakan yang menyebabkan sejumlah korban tewas yang terkonfirmasi serta korban luka-luka lainnya di arena yang berkapasitas 21.000 orang. (Ant/ks-5)

 

Komentar