Kadin Jatim perkuat kerjasama dengan Turki

Ketua Kadin Jatim, La Nyalla M. Mattaliti ketika berbincang dengan Dubes Turki untuk Indonesia Sander Gurbuz di Graha Kadin Jatim, Kamis (13/7/17).

KANALSATU – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur memperkuat kerjasama dengan Turki. Ada banyak peluang bisnis dan investasi yang bisa dikerjasamakan dengan Turki, mulai dari energi, pariwisata hingga sektor pendidikan dan penerbangan.

Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattaliti mengatakan selama ini kerja sama antara Provinsi Jatim dengan Turki sudah terjalin lama. Khusus di sektor perdagangan ekspor Jatim ke Turki dalam setiap tahun rata-rata 87 juta dolar AS hingga 94 juta dolar AS.

”Kontribusinya masih sangat kecil, dan kami harapkan dengan adanya kunjungan Dubes Turki untuk Indonesia ke sini bisa meningkatkan kerja sama tersebut,” katanya saat menerima kunjungan Dubes Turki untuk Indonesia, Sander Gurbuz di Graha Kadin Jatim, Kamis (13/7/17).

Data Kementerian Perindustrian RI mencatat realisasi ekspor Jatim ke Turki pada 2016 mencapai 93,50 juta dolar AS, dan hanya berkontribusi sebesar 0,49 persen dari total ekspor Jatim pada tahun 2016 yang mencapai 18,952 miliar dolar AS. ”Kami berupaya mengenalkan mereka tentang Jatim, tentang potensi bisnis dan investasi yang bisa dikerjasamakan. Mereka pun terlihat sangat antusias,” ujarnya.

La Nyalla menambahkan bahwa berbisnis dan berinvestasi itu layaknya bermain catur. Ada strategi yang harus dimainkan agar bisa mencapai target yang diharapkan. ”Dalam hal kerjasama dengan Turki, harus dilihat apa yang dibutuhkan mereka dan apa kelebihan kita,” tuturnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Investasi, Turino Junaedy bahwa sejauh ini investasi Turki di Jatim memang masih sangat kecil. ”Makanya kita berupaya mengenalkan mereka tentang Jatim, tentang potensi bisnis dan investasi yang bisa dikerjasamakan. Dan ternyata mereka sangat antusias. Apalagi kemarin Pak Jokowi sudah melakukan lawatan ke Turki untuk mempererat kerjasama dengan mereka,” tambahnya.

Hanya saja, Turino menegaskan, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan pemerintah agar investor tak lari, salah satunya adalah dengan memangkas perizinan yang berbelit. ”Walaupun sudah disederhanakan, tetapi masih ada 52 item izin untuk industri. Kami mengusulkan hanya 10 izin. Karena untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu sekitar 2 tahun atau bahkan lebih,” ujarnya.

Sementara itu, Dubes Turki untuk Indonesia Sander Gurbuz mengaku kunjungannya ke Kantor Kadin Jatim adalah upaya lanjutan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Turki beberapa waktu lalu untuk mempererat kerja sama kedua negara.

Menurutnya, banyak peluang bisnis dan investasi yang bisa dikerjasamakan dengan Jatim. ”Turki adalah negara yang memiliki banyak potensi yang bisa dikerjasamakan, di antaranya industri galangan kapal, industri pariwisata dan pendidikan. Bahkan untuk sektor wisata Turki yang terbesar keempat di dunia,” katanya.

Gurbuz mengaku sangat terkesan dengan sambutan pelaku usaha dan pemerintah di Jawa Timur, sebab sangat terbuka dan memberikan banyak kemudahan. ”Kondisi politik dan pemerintahan di sini juga sangat kondusif. Dan kita juga sama-sama negara Islam,” katanya.
(ks-5)

Komentar