Ratusan Pengemudi Ojek Online Berdemo di Depan Gedung Grahadi Surabaya Tuntut Kenaikan Tarif

Massa pengeudi ojek online di depan Gedung Grahadi Surabaya. (KANALSATU/Fahmi Alfian)

KANALSATU – Ratusan pengemudi ojek online dari seluruh penjuru Jatim berkumpul dan berunjuk-rasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya (19/3).

Para pengemudi ini menuntut Pemerintah ikut ambil peran dalam menjaga keberlangsungan hak-hak pengemudi ojek online yang kesejahteraan hidupnya mukai dirasa menurun akibat aplikator ojek online dirasa melakukan kecurangan terhadap para pengemudinya.

Massa yang mengatasnamakan dirinya Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) ini menuntut tujuh poin penting terkait hak-hak peengemudi.

Ketujuh poin tersebut adalah kenaikan tarif dan insentif, stop perekrutan pengemudi baru, transparansi dalam pemberian hukuman (suspend), kebebasan memilih vendor atau individu, perbaikan sistem manajemen aplikator, transparansi perjanjian kemitraan, serta penghapusan order prioritas.

Koordinator aksi David Walalangi menyatakan bahwa jika tidak ada jawaban yang jelas dari pihak aplikator maka para pengemudi akan melakukan terus melakukan mogok kerja (off bid) dan berencana untuk menginap di kantor Gojek dan Grab hingga ada jawaban yang pasti dari kedua aplikator ojek online terbesar di Indonesia tersebut.

Seorang driver ojek yang tidak mau disebutkan namanya di depan Gedung Grahadi menyatakan bahwa tarif sebesar Rp 1.700,- per kilometer dirasa sangat membebani pengemudi. Dengan tarif minimal jarak dekat sebesar Rp 4.000,- juga masih dipotong sebesar 20%, hal tersebut juga dirasa sangat tidak manusiawi.

“Kami hanya ingin tarif dikembalikan menjadi selayaknya untuk order Ride. Rp 1.700,- per kilometer itu sungguh keterlaluan. Perusahaan makin kaya namun kami sebagai pengemudi tidak dapat apa-apa” pungkas pengemudi tersebut.

Aksi ini berlangsung sejak pagi dimana pengemudi Frontal ini melakukan aksinya di depan kantor Grab dan Gojek terlebih dahulu sebelum akhirnya bergerak ke Kantor Gubernur dan berakhir di Gedung Grahadi.

Hingga saat ini pukul 17:00 aksi masih berlangsung dimana massa masih menunggu pihak perwakilan Frontal, aplikator dan pemerintah rembug di dalam Grahadi. Di luar, massa melakukan aksi sweeping terhadap para pengemudi yang masih memaksa melakukan aktivitas ojek online. Aksi berjalan damai dengan kawalan polisi. (FA)

Komentar