Komunitas Maluku Satu Rasa Surabaya Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Gibran

Ketua TKD Surabaya Cahyo Harjo Prakoso (Kiri) saat menerima deklarasi dukungan dari Ketua Maluku Satu Rasa Baharudin Umasugi di Surabaya, Sabtu (3/2/2024).
KANALSATU – Warga Maluku yang ada di Surabaya dan tergabung dalam Komunitas Maluku Satu Rasa Surabaya mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran. Dukungan diberikan kepada pasangan bernomor 02 ini karena dianggap paling serius dalam hal pemerataan pembangunan.
Hal ini ditunjukkan dengan ketegasan Probowo-Gibran dalam melanjutkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Ketua Umum Maluku Satu Rasa, Baharudin Umasugi mengatakan, IKN adalah simbol dan momentum pemerataan pembangunan. Tidak lagi Jawa Sentris.
"Kita melihat bahwa sepertinya pembangunan yang sudah dimulai oleh Pak Jokowi sudah saatnya dilanjutkan estafetnya supaya sesuai visi misi menuju Indonesia Emas 2045," jelas Baharudin.
Lebih lanjut, Baharudin mengatakan bahwa banyak putra terbaik Maluku yang kemudian menjadi pemangku kebijakan di tingkat pusat. Seperti Wakil Menkopolhukam.
Ia berharap jika nantinya Prabowo-Gibran menjadi presiden dan wakil presiden, pembangunan di Maluku bisa lebih berkembang. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga SDM.
"Ambon ini kan dikenal sebagai Kota Musik, saya harap nanti ada Universitas seni di sana," tuturnya lagi.
Deklarasi dilakukan di lima titik di Kota Surabaya. Turut hadir Ketua TKD Surabaya Cahyo Harjo Prakoso yang juga merupakan Ketua Gerindra Surabaya.
"Hari ini kita melakukan deklarasi di Surabaya dan minggu depan kita akan ke Malang," katanya.
Mereka juga menggelar program makan gratis bagi masyarakat sekitar sesuai program yang diusung oleh Prabowo-Gibran. Selain itu juga dibagikan bunga mawar putih sebagai simbol dukungan Pemilu damai, Maluku untuk Indonesia.
Konsolidasi pemenangan ini disebut Baharuddin sudah dilakukan sejak lama. "Kita kemarin terakhir bikin perayaan Natal bersama," ujarnya.
Saat ini total jumlah Anggota Maluku Satu Rasa di Surabaya mencapai ribuan orang. Mereka aktif dalam berorganisasi dan tinggal di Kota Pahlawan. (KS-5)