Super Soccer Festival 2025 Hadir di Sidoarjo, 36 Tim Usia Dini Siap Bertarung!

KANALSATU — Upaya serius membangun fondasi sepak bola nasional melalui pembinaan usia dini kembali mendapat respons luar biasa. Ajang Super Soccer Festival 2025, yang akan digelar pada 4 hingga 6 Juli 2025 di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, langsung disambut dengan antusiasme tinggi.
Terbukti, kuota peserta langsung terpenuhi hanya dalam waktu tiga jam setelah pendaftaran dibuka.
Sebanyak 36 tim muda telah resmi terdaftar untuk mengikuti turnamen ini. Mereka dibagi ke dalam dua grup dan tiga kategori usia.
Kategori pertama adalah kelompok usia 10 tahun, yang mencakup anak-anak kelahiran tahun 2015 hingga 2016. Kategori kedua adalah kelompok usia 12 tahun, terdiri dari peserta kelahiran tahun 2013 hingga 2014. Sementara itu, kategori ketiga adalah kelompok usia 14 tahun, yang diisi oleh pemain kelahiran tahun 2011 hingga 2012.
Format pertandingan yang digunakan adalah setengah kompetisi dengan sistem 8 lawan 8. Setiap tim dijadwalkan bermain sebanyak tujuh kali, guna memberikan pengalaman tanding yang merata dan maksimal. Hal ini dirancang untuk mendorong peningkatan teknik bermain, memperkaya jam terbang, dan membentuk karakter positif sejak usia dini.
Para peserta datang dari berbagai penjuru tanah air. Tidak hanya dari wilayah Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Bangkalan, tetapi juga dari daerah di luar provinsi seperti Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kalimantan melalui Borneo Soccer School. Fakta ini mencerminkan bahwa semangat membina sepak bola anak-anak telah menjadi gerakan nasional yang merata dan menjanjikan.
Ketua panitia sekaligus pemilik Indonesia Soccer Academy, Prof. Imam Syafi’i menegaskan bahwa pembinaan sepak bola usia dini adalah pondasi yang tidak bisa diabaikan jika Indonesia ingin memiliki tim nasional yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.
“Antusiasmenya luar biasa, bahkan melebihi ekspektasi kami. Ini menunjukkan bahwa para pelatih, orang tua, dan sekolah sepak bola mulai sadar pentingnya memulai pembinaan sejak anak-anak,” ujar Prof. Imam, yang juga merupakan akademisi dan pakar olahraga.
Ia menambahkan bahwa festival ini bukan sekadar turnamen, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan generasi sepak bola masa depan yang tangguh secara teknik, cerdas dalam taktik, serta memiliki karakter kuat baik di dalam maupun luar lapangan.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, panitia juga akan menggelar pertandingan “Perang Bintang”. Pertandingan ini mempertemukan para pemain terbaik hasil pilihan talent scouting dari setiap kategori usia.
"Perang Bintang" bertujuan tidak hanya untuk memberikan apresiasi, tetapi juga sebagai langkah awal dalam mendeteksi dan memetakan bakat-bakat unggul yang layak dibina lebih lanjut.
Selain menjadi ajang kompetisi, acara ini juga dimaksudkan sebagai wadah membangun persahabatan, menumbuhkan sportivitas, serta menanamkan kebanggaan dan mimpi besar dalam dunia sepak bola.
(KS-5)