Di Tengah Tekanan Ekonomi Global, Gadai Pegadaian Jadi Penopang Likuiditas Rumah Tangga dan UMKM

KANALSATU – Ketidakpastian ekonomi global mendorong masyarakat mencari solusi keuangan yang aman, cepat, dan mudah diakses. Di tengah kondisi tersebut, layanan gadai kembali menunjukkan relevansinya sebagai instrumen likuiditas yang mampu menjawab kebutuhan dana mendesak tanpa proses rumit.
Selama lebih dari 124 tahun, Pegadaian hadir sebagai penyangga ekonomi masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha mikro dan kecil.
Keunggulan utama gadai terletak pada kepraktisannya. Saat waktu menjadi faktor krusial, masyarakat membutuhkan akses dana cepat tanpa harus melalui proses panjang seperti pengajuan kredit konvensional. Kondisi ini kerap dialami pedagang pasar yang membutuhkan modal harian, maupun keluarga yang menghadapi biaya pendidikan mendadak.
Pengalaman tersebut dirasakan Martini (33), pengusaha gerai teh di Surabaya sekaligus ibu satu anak. Sejak 2015, ia konsisten berinvestasi emas, baik dalam bentuk emas batangan maupun Tabungan Emas Pegadaian. Kebiasaan itu kini menjadi solusi saat kebutuhan dana mendesak datang.
“Kalau butuh dana darurat, emas yang saya punya bisa langsung digadaikan, lalu ditebus kembali ketika sudah ada uang. Kebutuhan terpenuhi, investasi tetap aman,” ujar Martini.
Martini mengaku tak menyangka nilai investasinya meningkat signifikan seiring kenaikan harga emas. Selain untuk persiapan biaya sekolah anak, ia dan suami juga berencana menambah satu gerai usaha dengan memanfaatkan skema gadai emas.
Di Pegadaian, masyarakat dapat menggadaikan emas, perhiasan, hingga barang elektronik dan memperoleh dana cair dalam hitungan menit. Kecepatan ini menjadi pembeda utama sekaligus benteng dari praktik pinjaman ilegal dan rentenir berbunga tinggi.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menegaskan bahwa gadai merupakan produk utama yang dirancang inklusif dan mudah dijangkau semua kalangan.
“Gadai membantu masyarakat memperoleh dana cepat tanpa kehilangan aset. Pinjaman di Pegadaian dimulai dari Rp50 ribu sebagai bentuk public service obligation. Dana ini bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari hingga modal usaha UMKM,” ujar Selfie.
Peran Pegadaian semakin strategis bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kerap menghadapi keterbatasan akses modal kerja. Melalui skema gadai, pelaku usaha memperoleh modal putar tanpa harus menjual aset. Pegadaian juga rutin menghadirkan program Gadai Peduli, berupa layanan gadai bebas bunga dengan pinjaman Rp50 ribu hingga Rp2,5 juta.
Emas menjadi aset pilihan karena sifatnya yang stabil dan berfungsi sebagai safe haven. Pelaku usaha dapat menggadaikan emas untuk modal, lalu menebusnya kembali setelah usaha berjalan dan menghasilkan keuntungan. Pola ini menciptakan kemandirian finansial yang berkelanjutan.
Seiring perkembangan digital, Pegadaian juga memperluas layanan melalui aplikasi Tring!. Inovasi seperti Gadai Tabungan Emas memungkinkan nasabah menggadaikan saldo emas digital secara instan tanpa harus datang ke kantor cabang.
“Minat masyarakat terhadap emas terus meningkat, baik emas fisik maupun saldo Tabungan Emas. Melalui aplikasi Tring!, masyarakat bisa menabung, menggadai, hingga mendepositokan emas dengan lebih praktis, kapan saja dan di mana saja,” tambah Selfie.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, menyatakan bahwa layanan gadai menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mendesak secara aman dan transparan.
“Gadai membantu masyarakat memperoleh dana cepat tanpa kehilangan aset berharga. Pegadaian hadir dengan layanan yang mudah, cepat, dan terpercaya,” ujarnya.
Digitalisasi layanan turut memperluas inklusi keuangan, terutama bagi generasi muda. Selain akses pendanaan, gadai juga berperan sebagai sarana literasi keuangan, mendorong masyarakat memahami nilai aset, pengelolaan risiko, serta tanggung jawab dalam pengelolaan pinjaman.
Melalui berbagai inovasi dan produk, Pegadaian terus meneguhkan perannya sebagai mitra keuangan masyarakat dan jembatan menuju kesejahteraan, sejalan dengan semangat mengEMASkan Indonesia.
(Ks-5)