Dorong TKDN dan Tekan Impor, PLN Nusantara Power Gandeng Manufaktur Lokal untuk Suku Cadang Pembangkit

KANALSATU — PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat peran industri dalam negeri dengan meningkatkan implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan pembangkit listrik nasional sekaligus mendorong substitusi impor.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara PT PLN Suku Cadang (PLN SC)—anak usaha PLN Nusantara Power—dengan PT Metinca Prima Industrial Works.
Kerja sama ini mencakup penyediaan komponen casting, valve, serta berbagai suku cadang pendukung untuk kebutuhan pembangkit dan infrastruktur ketenagalistrikan. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret PLN NP dalam memperkuat rantai pasok nasional berbasis manufaktur lokal.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa penguatan TKDN merupakan bagian strategis dari transformasi sektor ketenagalistrikan yang dijalankan PLN Grup.
“PLN Nusantara Power menempatkan TKDN sebagai fondasi dalam menjaga keandalan pembangkit sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional. Melalui kolaborasi PLN Suku Cadang dengan Metinca, kebutuhan operasional pembangkit dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri yang dikerjakan tenaga kerja lokal berdaya saing,” ujar Ruly.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan industri manufaktur nasional memberikan dampak berganda, baik bagi keberlanjutan pasokan suku cadang maupun perekonomian nasional.
“Penguatan TKDN mendorong substitusi impor, meningkatkan efisiensi biaya, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi industri dalam negeri,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Suku Cadang, Thommi Haposan, menyatakan kerja sama ini sejalan dengan peran PLN SC sebagai penyedia solusi rantai pasok ketenagalistrikan yang mengedepankan prinsip Kualitas, Waktu, dan Harga (KWH).
“Kami optimistis produk Metinca memenuhi standar kualitas, ketepatan waktu pengiriman, dan harga yang kompetitif. Kolaborasi ini memperkuat keandalan pembangkit sekaligus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri,” tegas Thommi.
Direktur Utama PT Metinca Prima Industrial Works, Hasan Naser, menyatakan kesiapan perusahaannya dalam mendukung sektor ketenagalistrikan nasional melalui produk berkualitas tinggi.
“Pengalaman puluhan tahun di industri pengecoran, didukung SDM kompeten, teknologi, dan fasilitas produksi yang memadai, menjadi modal utama kami dalam menjaga mutu produk,” ujarnya.
Hasan juga mengapresiasi kepercayaan PLN Suku Cadang dalam menjalin kemitraan strategis tersebut dan berharap kolaborasi ini dapat memperluas kontribusi manufaktur lokal dalam mendukung infrastruktur ketenagalistrikan nasional.
Rangkaian kegiatan kerja sama ditutup dengan kunjungan ke fasilitas produksi Metinca, mulai dari area foundry, proses manufaktur casting dan valve, hingga permesinan dan finishing, guna memastikan standar kualitas serta kapabilitas produksi mitra strategis.
Ke depan, PLN Nusantara Power berharap kolaborasi ini semakin memperkuat implementasi TKDN di sektor ketenagalistrikan, menjamin keandalan pasokan listrik nasional, serta mendorong pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri yang berdaya saing dan berkelanjutan.
(KS-5)