PLN Jatim Berhasil Amankan Listrik Tanpa Kedip di Puncak Harlah 1 Abad NU

KANALSATU – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur berhasil menjaga keandalan pasokan listrik tanpa gangguan selama puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026.

Untuk memastikan kelancaran acara berskala nasional yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tersebut, PLN menerapkan sistem pengamanan listrik berlapis. 

Skema ini mencakup suplai utama, jaringan cadangan, genset, personel siaga, serta empat unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 250 kVA sebagai penopang daya darurat.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, di seluruh titik kegiatan Harlah NU.

“Kami memastikan seluruh personel siaga penuh dan menyiapkan peralatan pendukung untuk menjamin kebutuhan vital acara, seperti pencahayaan, sistem suara, dan videotron, berjalan aman dan tanpa gangguan,” ujar Ahmad.

Selain fokus di lokasi utama acara, PLN juga memastikan keandalan pasokan listrik di sejumlah area strategis penunjang kelancaran kegiatan. Pengamanan dilakukan mulai dari Bandara Abdulrachman Saleh, kawasan perhotelan, hingga titik-titik pendukung lain yang menjadi pusat aktivitas peserta dan tamu undangan.

PLN turut mendirikan posko siaga di setiap lokasi penting serta menempatkan petugas teknik yang berjaga penuh selama rangkaian kegiatan berlangsung. Simulasi dan pengecekan sistem kelistrikan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal.

“PLN berkomitmen mendukung kelancaran agenda nasional dengan pasokan listrik yang andal, aman, dan tanpa kedip. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam memberikan layanan terbaik bagi negara dan masyarakat,” tegas Ahmad.

Keberhasilan pengamanan pasokan listrik ini menjadi bukti kesiapan PLN dalam mendukung acara berskala besar serta agenda kenegaraan dengan standar keandalan tinggi.
(KS-5)

 

Komentar