EMAS Siap Produksi Emas Perdana Q1 2026, Kapasitas Pabrik Pani Ditargetkan Naik

KANALSATU — PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) kian dekat menuju fase produksi. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA) ini menargetkan produksi emas perdana pada Kuartal I 2026, seiring rampungnya konstruksi dan commissioning Tambang Emas Pani hingga akhir 2025.

Dalam laporan kegiatan usaha Kuartal IV 2025, EMAS melaporkan progres signifikan di Pani. Operasi heap leach akan dimulai dengan kapasitas awal 8 juta ton per tahun (Mtpa)—lebih tinggi dari rencana awal 7 Mtpa. Perseroan juga mengkaji peningkatan lanjutan hingga 10 Mtpa setelah 2026 untuk mengoptimalkan throughput.

Di sisi lain, EMAS mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL). Produksi CIL ditargetkan 12 Mtpa mulai 2028, lebih cepat dari rencana awal yang memulai 7,5 Mtpa pada 2029 lalu meningkat bertahap. Pekerjaan tanah untuk fasilitas CIL telah dimulai pada Januari 2026.

Dari aspek pendanaan, EMAS memperoleh Revolving Credit Facility (RCF) USD350 juta bertenor 60 bulan dari sindikasi bank lokal dan internasional, memperkuat fleksibilitas pembiayaan pengembangan proyek. Hingga kini, belanja konstruksi dan praproduksi operasi open-pit heap leach telah mencapai sekitar USD238 juta.

Progres konstruksi Pani tercatat 94%. Kegiatan penambangan dimulai Oktober 2025 bersamaan dengan pasokan listrik PLN berbasis Renewable Energy Certificate (REC). 

Tahapan berikutnya meliputi penghancuran bijih pada November dan penumpukan bijih hasil penghancuran pada Desember. Tonggak commissioning juga dicapai pada fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR), membuka jalan bagi irigasi dan produksi emas awal 2026.

Skala proyek Pani kian menguat setelah EMAS mengumumkan kenaikan cadangan bijih menjadi 190,3 juta ton yang mengandung 4,8 juta ounces emas. Untuk 2026, Perseroan membidik produksi 100.000–115.000 ounces emas, bergantung pada persetujuan RKAB.

Presiden Direktur EMAS Boyke Poerbaya Abidin menyatakan, kuartal ini menjadi fase transisi krusial dari konstruksi menuju commissioning dan operasi. 

“Peningkatan kapasitas pengolahan, pertumbuhan cadangan, dan penyelesaian tonggak utama mencerminkan kualitas serta skala Pani. Fokus kami pada 2026 adalah memulai produksi emas perdana secara aman, memenuhi panduan produksi, dan mengoptimalkan nilai jangka panjang,” ujarnya.

Pada aspek ESG, EMAS mencatat 18,2 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury (LTI), disertai pengelolaan lingkungan, pengembangan masyarakat, dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. 

Perseroan menegaskan komitmen pada operasi yang efisien dan berkelanjutan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi investor serta kontribusi nyata bagi pembangunan wilayah.
(KS-5)

Komentar