BI Siapkan Rp185,6 Triliun Uang Tunai Ramadan–Idulfitri 2026, Penukaran Tersedia di 2.883 Titik

KANALSATU – Bank Indonesia bersama perbankan kembali memperkuat layanan penukaran uang Rupiah untuk memastikan ketersediaan uang layak edar selama Ramadan dan Idulfitri 2026. 

Dalam rangkaian Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang berlangsung hingga 15 Maret 2026, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun. Dari total tersebut, Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang bank di seluruh Indonesia.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyampaikan bahwa jumlah uang tunai yang disiapkan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta konsumsi rumah tangga selama periode Ramadan dan Fitri (RAFI). 

Selain itu, kebutuhan sistem pembayaran—baik tunai maupun non-tunai—diprakirakan meningkat dan menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi pada 2026.

Di tengah tingginya aktivitas ekonomi selama periode tersebut, Bank Indonesia juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui mobile dan internet banking. 

BI menekankan penggunaan layanan transfer dana BI-FAST serta pembayaran berbasis QRIS sebagai bagian dari upaya menjaga efisiensi dan kelancaran sistem pembayaran nasional.

Untuk memastikan layanan kas berjalan tertib dan mudah diakses, Bank Indonesia memperkuat sinergi dengan perbankan serta seluruh mitra kerja dalam program SERAMBI 2026. 

BI mengapresiasi dukungan perbankan dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia (APJATIN) yang berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi uang tunai agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dari sisi layanan penukaran, BI menerapkan sistem pemesanan terpusat melalui Aplikasi PINTAR guna meningkatkan kenyamanan sekaligus pemerataan layanan. 

Pada 2026, BI menyiapkan dana Rp8,6 triliun khusus untuk layanan penukaran uang dengan nilai maksimal Rp5,3 juta per paket. Layanan penukaran uang SERAMBI 2026 tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan yang dikelola oleh BI dan perbankan di seluruh Indonesia.

Penukaran uang dapat diakses melalui berbagai kanal, mulai dari kas keliling, kantor bank umum, hingga layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat. 

Khusus wilayah DKI Jakarta, layanan penukaran terpadu akan digelar pada 12–15 Maret 2026 di GBK Basketball Hall, Senayan.

Melalui Aplikasi PINTAR, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan. Bank Indonesia membuka kuota penukaran dalam dua tahap. 

Tahap pertama dibuka pada 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa, sementara masyarakat di luar Pulau Jawa dapat melakukan pemesanan mulai 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB. 

Tahap kedua pemesanan dibuka pada 26 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk Pulau Jawa dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk wilayah luar Pulau Jawa.

Seiring meningkatnya peredaran uang selama Ramadan dan Idulfitri, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk lebih cermat mengenali keaslian uang Rupiah melalui metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang. 

Selain itu, BI mengingatkan pentingnya merawat uang Rupiah dengan prinsip 5J: tidak melipat, tidak mencoret, tidak meremas, tidak menstapler, dan tidak membasahi uang.

Bank Indonesia menegaskan bahwa ketersediaan uang tunai yang memadai, akselerasi pembayaran digital, serta peran aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan kelancaran sistem pembayaran nasional selama Ramadan dan Idulfitri 2026, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.
(KS-5)

Komentar