Chatib Basri, nahkoda perekonomian Indonesia

Muhamad Chatib Basri

JAKARTA (WIN): Ditengah-tengah kondisi Pemerintah Amerika Serikat yang kini dibayang-bayangi kondisi default atau gagal bayar hutang dimana layanan pemerintah AS sendiri telah mengalami penutupan dan memasuki hari ke-15, nahkoda perekonomian Indonesia yang dikendalikan oleh seorang ekonom muda yang masih begitu yakin bila kondisi AS itu malah akan menguntungkan Indonesia.

Pernyataan polos dan penuh makna itu terlontar dari ekonom lulusan Universitas Indonesia yang kini menjabat sebagai Menteri Ekonomi Indonesia. Dia bernama Muhamad Chatib Basri. Keyakinannya akan pertumbuhan ekonomi Indonesia dimasa mendatang sangat terlihat, meski kondisi mikro ekonomi nasional belakangan belum banyak membantu, namun dengan kemampuan tangan dinginnya sebagai seorang akademisi sekaligus praktisi maka dia berkeyakinan ekonomi Indonesia akan semakin tumbuh pesat dalam 2-5 tahun mendatang. Tentunya itu semau harus diupayakan dengan proses pengendalian kebijakan ekonomi yang berkesinambungan.

Lahir di Jakarta, 22 Agustus 1965, Muhamad Chatib Basri menorehkan prestasi-prestasi yang membanggakan sebagai anak bangsa. Mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, beliau pernah dinobatkan sebagai the most outstanding student di tingkat fakultas dan universitas. Setelah itu,deretan prestasi lain diraihnya selama berkarir.

Bahkan dalam data yang dirilis Pusat Komunikasi Publik Kementerian Keuangan, secara khusus memaparkan profil Menkeu pengganti Agus Martowardojo yang sebelumnya sempat menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal itu.

M. Chatib Basri sendiri mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya dan mendapatkan gelar pascasarjana dalam bidang ekonomi pembangunan dari Australian National University pada 1996. Kemudian beliau meraih Ph.d dalam bidang ekonomi dari universitas yang sama pada 2001. Artinya, baru kali ini pemegang kendali keuangan Indonesia tidak berbau AS sama sekali.

Sebelumnya, sudah jamak dikatahui bahwa sector perekonomian Indonesia selalu lekat dengan pengartuh dan intervensi kebijakan dari AS, sehingga bagimanapun pejabat sector ekonomi Indoensia baik Menkeu maupun Gubernur Bank Indonesia selalu merupakan bagian dari keharusan mendapat ‘restu’ dari negeri Paman Sam tersebut.

M. Chatib Basri memulai karirnya sebagai Asisten Peneliti di Department of Economics, Research School of Pacific and Asian Studies pada tahun 1994-2001, karir peneliti Chatib terus menanjak di beberapa institusi pendidikan baik lokal maupun internasional. Pada tahun 2004-2005, beliau pernah menjabat sebagai penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Beberapa karya tulisnya sudah dipublikasikan di jurnal ilmiah, media, publikasi institusi pendidikan baik dalam maupun luar negeri, antara lain "Global Financial Crisis and ASEAN: Fiscal Policy Response in the Case of Thailand and Indonesia", Asian Economic Policy Review, Vol. 7, No. 2, “Why World Exports Are Susceptible to the Economic Crisis – The Prevailing “Export Overshooting” Phenomenon Especially in Taiwan: a comment” dalam Takatoshi Ito and Andrew Rose (eds.), in A Pacific Rim Perspective on Financial Crisis, Chicago: University of Chicago Press and National Bureau of Economic Research, dan “The Political Economy of Manufacturing Protection”, dalam Mohamad Ikhsan, Hadi Susastro and Chris Manning (eds.) Indonesian Economy in the New Political Era: paper in honor of  Prof. Mohammad Sadli,  Jakarta: Kompas.

Chatib Basri juga sering mempresentasikan karya ilmiahnya dalam forum internasional, antara lain "Anticipating the Global Financial Shock: can Indonesia Repeat  another Good Policy and Good Luck?", dipresentasikan pada Workshop International Policy Advisory Group untuk G-20, Earth Institute, Columbia University-ADB- Sciences Po, Paris, 29-30 Oktober 2011, Indonesia in the Global and Regional Trade Agreement : Sitting on the Fence, dipresentasikan pada Indonesia Update, 30 September-1 Oktober 2011, Canberra, Australia, dan “Mild Crisis, Half Hearted Stimulus: Indonesia During the GFC”, dipresentasikan di Ash Centre Harvard Kennedy School, 13 April 2011.

Beliau juga pernah menjabat sebagai Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 pada 2006-2010 dan Sherpa dari Presiden RI Dr. Susilo Bambang  Yudhoyono  di Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Washington pada bulan November 2008. Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional Presiden RI juga pernah dijabatnya pada periode 2010-2012. Pada bulan Juni 2012, Chatib Basri ditugaskan menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Selanjutnya, beliau ditunjuk oleh Presiden RI untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan pada tanggal 21 Mei 2013 dengan tetap menjabat sebagai Kepala BKPM sampai penggantinya ditentukan. (win7)

Komentar