Deddy Mizwar, tawarkan opsi baru sistem pilkada
FIGUR

KANALSATU - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar turut angkat bicara atas polemik pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). Dimana, di satu sisi ada yang menginginkan agar pilkada langsung oleh rakyat, namun di sisi lain ada yang berupaya mengembalikan sistem pilkada lewat DPRD.
Terkait dengan hal itu, Deddy Mizwar menawarkan opsi baru. Yakni, gubernur dipilih langsung oleh rakyat. Tapi, bupati dan walikota dipilih lewat DPRD. "Jadi ada hirarki kekuasaan. Kalau gubernur dipilih oleh rakyat, masih menciptakan demokratisasi yang disalurkan," kata Deddy, Kamis (11/9/14).
Menurutnya, opsi itu berdasarkan prinsip kemandirian dalam otonomi daerah. Provinsi sudah bisa dikatakan otonom karena memiliki infrastruktur yang lebih lengkap dibanding kota/kabupaten. "Ada bandara misalnya, ada jalan tol, ada energi. Mandiri secara energi. Juga ada perguruan tinggi, kemudian juga air. itu bisa otonom," urainya.
Namun demikian, aktor kawakan itu mengaku akan menerima apapun keputusan DPR terkait RUU Pilkada. Karena baik pilkada langsung dan pilkada lewat DPRD, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
"Salah satunya kemungkinan terjadinya money politic, masyarakat jadi ikut terlibat. Masalah mindset, jadi kalau ada masalah apapun, kalau masyarakat tidak dikasih duit jadi susah bergerak. Itu salah satu minusnya. Kalau plusnya itu betul-betul pilihan rakyat," paparnya.
Dikenal KritisSebagai pejabat negara, Deddy dikenal kritis. Mungkin dikarenakan pengalamannya yang banyak makan garam di dunia drama dan perfilman. Menurut Ensiklopedia bebas Wikipedia,Deddy Mizwar yang lahir di Jakarta, 5 Maret 1955 itu juga merupakan seorang aktor senior dan sutradara Indonesia. Ia pernah menjadi Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional periode 2006-2009. Pada Pilkada Jawa Barat 2013, Deddy Mizwar memutuskan untuk menjadi calon wakil gubernur berpasangan dengan Gubernur Petahana Ahmad Heryawan.
Sejak 1997, ia mendirikan production house-nya sendiri, PT Demi Gisela Citra Sinema, dengan produksi pertama serial tv "Mat Angin", disusul kemudian dengan serial ramadan "Lorong Waktu" (6 season), "Demi Masa", "Kiamat Sudah Dekat" (film dan serial tv), film "Ketika", film "Nagabonar Jadi 2", serial tv "Para Pencari Tuhan", dan terakhir film "Identitas" yang meraih Piala Citra sebagai film terbaik FFI 2009.
Di semua judul itu, Deddy Mizwar bertindak selaku produser sekaligus aktor dan sutradaranya. Sinetron dan film produksi Citra Sinema dikenal konsisten mengandung muatan religi dan komedi, meski beberapa judul bergenre drama, misalnya serial tv "Adillah" (RCTI), "Rinduku CintaMu" (SCTV), dan "Gerbang Penantian" (Lativi).(win6)