Kapten Iriyanto, lulusan terbaik sekolah penerbang TNI AU 1983

Kapten Iriyanto.

KANALSATU - Kapten Iriyanto, pilot AirAsia QZ8501 yang hilang sejak Minggu (28/12/14) kemarin, merupakan lulusan sekolah penerbang TNI Angkatan Udara (AU) Adisutjipto. Iriyanto merupakan angkatan 30 yang lulus pada 1983.

"Beliau terbaik lulus sekolah penerbangan, ada tempur, heli, di skuadron, beliau penerbang andal di F5, pesawat tempur," kata Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama Yadi I Sutanandika.

"Beliau sekolah penerbang Adisutjipto angkatan 30, lulus 1983. Kalau saya angkatan 36, lulusnya 1987," imbuh Yadi usai menghadiri jumpa pers di Kantor KPPBC Yogyakarta, Senin (29/12/14).

Yadi menjelaskan, Iriyanto merupakan penerbang yang tidak bermasalah dan bisa membawa adik-adik angkatannya menjadi penerbang yang andal pula. "Secara pribadi sangat friendly. Saya perbedaan sekitar 4 tahun, tapi dengan junior-juniornya sangat akrab sekali. Dia panggil saya akang-akang saja. Saya juga panggil beliau akang. Komunikasi continue lewat Facebook," ungkap Yadi.

Sebelum menjadi pilot pesawat AirAsia, Kapten Iriyanto merupakan pilot pesawat tempur milik TNI AU. Diantara yang pernah diterbangkan adalah pesawat tempur jenis F-5 Tiger. "Dia (Kapten Iriyanto) pernah sebagai pilot pesawat tempur. Sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun dini dari TNI AU," papar Aji Panca, teman Kapten Iriyanto, Minggu (28/12/14).

Sepanjang karier di dunia penerbangan komersial, Iriyanto pernah pula menjadi pilot di maskapai Adam Air. Namun setelah Adam Air bangkrut, Irianto pindah kerja ke AirAsia.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia menyatakan pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura hilang kontak sejak Minggu (28/12/14) kemarin. Pesawat jenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC itu disebutkan mengangkut 155 penumpang, yang terdiri dari 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak dan seorang bayi.

Data kru pesawat adalah pilot Iriyanto, kopilot Remi Emmanuel Plesel, pramugari/pramugara adalah Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano dan Wismoyo Ari Prambudi serta seorang engineer Saiful Rakhmad.(win6)

Komentar