Rusia larang media sejenis Charlie Hebdo

ilustrasi

KANALSATU – Jika hampr semua negara di Eropa dan negara-negara barat lainnya mendukung peredaran Tabloid Charlie Hebdo edisi cetak ulang dengan karikatur Nabi Muhammad, namun Rusia justru melarang keras beredarnya cetak ulang media itu – atau sejenisnya-, karena dinilai bertentangan dengan undang-undang dan norma di Rusia.

 Kementerian yang mengawasi media di Rusia sejak dahulu melarang penerbit menampilkan karikatur semacam Charlie Hebdo karena bertentangan dengan etika dan norma yang sudah berlaku selama beberapa abad,” kata pengawas media dan komunikasi Roskomnadzor – seperti dilaporkan AFP, Sabtu (17/1).

“Itu bertentangan dengan etika dan norma yang sudah berlaku selama beberapa abad,” kata pengawas media dan komunikasi Roskomnadzor – seperti dilaporkan AFP, Sabtu (17/1).

 Menurutnya, menyebarkan karikatur dengan tema religius di media bisa dianggap menghina atau mempermalukan perwakilan pemeluk dan kelompok religius, dan dianggap memicu kebencian etnis dan religius. “Itu sebuah pelanggaran di bawah UU Rusia,” katanya.

Publikasi tersebut juga akan melanggar UU Media dan Anti-ekstremisme Rusia. Pihak kementerian itu meminta media Rusia untuk “menahan diri dan tidak memublikasi karikatur yang bisa dianggap sebagai pelanggaran.”

Roskomnadzor menerbitkan pernyataan itu sebagai respons atas perdebatan soal legalitas penerbitan karikatur yang menggambarkan objek religius yang menyinggung perasaan orang-orang religius.

Banyak surat kabar dan majalah di seluruh dunia mencetak ulang kartun Nabi Muhammad buatan Charlie Hebdo, yang kantornya di Paris diserang kelompok bersenjata Islamis pada 7 Januari, menyebabkan 12 orang tewas.(AFP/win5)

Komentar