Demo anti Charlie Hebdo di Kabul berujung rusuh

KANALSATU – Gelombang demonstrasi terhadap ekstrimis jurnalis bebas yang tergabung dalam manajemen redaksi Charlie Hebdo - berbasis di Paris, masih terus berlangsung. Di hampir seluruh negara yang mayoritas warga negaranya Muslim telah melakukan demo karena tabloid satir itu dinilai telah melecehkan junjungan nabi besarnya Muhammad SAW.

Demikian juga warga Muslim di Kabul, Afganistan, melakukan demonstrasi besar-besaran pada Sabtu (31/1). Namun tercatat 24 orang pendemo dinyatakan cedera pada demo anti- Charlie Hebdo di Kabul yang berujung rusuh.

Menurut keterangan kepolisian setempat, petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan setelah demonstran melempari mereka dengan batu. Lebih dari 500 orang berpartisipasi dalam demo di pinggiran ibu kota Afghanistan itu untuk mengekspresikan kemarahan mereka terhadap publiksi kartun Nabi Muhammad oleh majalah satire mingguan tersebut.

“Tujuh demonstran terluka parah dan lainnya terluka saat demo berlangsung dan mereka dibawa ke rumah sakit,” kata kepala kepolisian Abdul Rahman Rahimi kepada AFP.

Sebanyak 17 polisi juga cedera ketika demonstran melemparkan batu ke arah mereka. Asap terlihat mengepul dari lokasi kejadian yang diabadikan seorang fotografer AFP.

Media setempat, mengutip keterangan saksi mata, mengatakan dua orang tewas dalam kerusuhan tersebut, namun Rahimi membantah kabar itu.(AFP/win5)

Komentar