Pemerintah dituding manfaatkan konflik Golkar

Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas IX Bali Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.

KANALSATU - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) IX Bali Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menuding pemerintah telah memanfaatkan atas koflik yang terjadi di Partai Golkar. "Pasti itu (pemerintah manfaatkan konflik Golkar). Memancing di air keruh‎," kata Titiek saat di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (23/4/15).

Partai politik yang masuk dalam koalisi pendukung pemerintahan disebutkan bermaksud memperkuat diri. Diduga, Golkar sengaja dibuat terus berpolemik agar tidak bisa ikut dalam gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015.

"Kalau Golkar rusuh, pertama, kami tidak bisa ikut Pilkada. Kedua, tentunya ada partai-partai lain yang lebih besar. Namanya pemerintah, siapa yang berkoalisi dengan pemerintahan, dia akan lebih kuat," ucap putri Presiden RI ke-2 Soeharto itu.

Demi menyelamatkan ‎Partai Golkar, menurut Titiek, ada aspirasi kader di daerah yang menginginkan agar Keluarga Cendana atau trah Soeharto mengambil alih kepemimpinan Partai Golkar. Caranya adalah lewat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Apa Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto akan maju dalam Munaslub? Titiek masih enggan memberikan penjelasan. Yang jelas, ada dorongan kepada Keluarga Cendana untuk menyelamatkan Partai Golkar.

"‎Untuk Tommy maju, kan masing-masing punya orang. Tidak selesai-selesai konflik, daerah lama-lama bersuara. `Keluarga Pak Harto saja yang ambil oper (kepengurusan DPP Partai Golkar)` Ada suara-suara seperti itu," jawa Titiek.(win6)

Komentar