Romi jamin konflik PPP selesai tahun ini

KANALSATU - Dualisme kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dijamin selesai pada tahun ini. Jaminan itu diberikan oleh Ketua Umum PPP hasil Muktamar VIII Surabaya Romahurmuziy (Romi).
"Saya jamin dalam setahun ini konflik internal akan selesai. Bila tidak selesai, maka diselesaikan saja," kata Romo usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VII PPP Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari, Rabu (29/4/15).
Romi lantas berpesan kepada seluruh kader, jangan menganggap pihak-pihak yang berada di kubu berbeda sebagai musuh. Sehingga jika nanti konflik selesai, mereka bisa kembali utuh dan menjadi kekuatan besar untuk membawa PPP memenangi pemilu mendatang.
Terkait dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember 2015, Romi mengaku tidak ada masalah. Ia tetap mengklaim kepengurusan PPP hasil Muktamar Surabaya merupakan yang sah dan diakui pemerintah.
"Sesuai ketentuan undang-undang, putusan PTUN yang memenangkan kubu Djan Faridz, tidak dapat membatalkan keputusan pemerintah yang mengakui kepengurusan PPP hasil Muktamar Surabaya," terang Romi.
Putusan PTUN disebutkan tidak dapat membatalkan keputusan pemerintah soal pengesahan PPP hasil Muktamar Surabaya karena belum memiliki kekuatan hukum tetap. Dengan demikian, kepengurusan PPP yang sah masih kepengurusan PPP hasil Muktamar VIII Surabaya. "Kepengurusan PPP hasil Muktamar Surabaya yang boleh mengajukan pasangan calon kepala daerah dalam pilkada serentak Desember 2015," sebut Romi.
Romi pun sangat yakin Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pilkada, akan mengakui pasangan calon kepala daerah yang diajukan oleh kepengurusan PPP hasil Muktamar VIII Surabaya.(win6)