Ujicoba, PON Jatim kalahkan Persela

Striker Persela Mahmud L Ali saat berduel dengan Septian Nugroho bek Pra PON Jatim (Syaiful Arif/kanalsatu.com)

KANALSATU – Persela Lamongan gagal untuk kembali mempercundangi skuad Pra PON Jawa Timur dalam laga ujicoba yang berlangsung di stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (11/11/15) dengan skor imbang 1-1.

Bahkan tuan rumah tertinggal terlebih dahulu lewat gol cepat yang diciptakan oleh striker PON Jatim, Ricky Hamzah menit ke 5. Permainan cepat yang diperagakan oleh Iman Budi dkk membuat skuad Didik Ludiyanto kaget dan kalang kabut.

Tak mau kecolongan lagi, Persela menerapkan permainan keras dan pressing tinggi untuk meredam skuad PON Jatim yang mempunyai skill tinggi diimbangi kecepatan dengan mengandalkan satu dua sentuhan.

Striker anyar Persela yang baru saja didatangkan dari Lebanon, Mahmud L Ali akhirnya menjadi pahlawan bagi timnya setelah berhasil menyamakan kedudukan 10 menit jelang babak usai, dengan memanfaatkan service tendangan pojok bola sundulan striker berkepala plontos gagal diantisipasi oleh penjaga gawang PON Jatim.

Laga harus dilanjutkn dengan adu tendangan pinalti setelah sebelumnya kedua tim bermain imbang selama 3X30 menit. Dalam babak adu tendangan pinalti Pra PON Jatim akhirnya berhasil menang 8-7 (1-1) saat tendangan Erick Vaisal gagal diantisipasi penjaga gawang Persela.

Hasil kekalahan dari PON Jatim ini membuat pelatih Persela, Didik Ludyanto akan mengevaluasi tim secara menyeluruh jelang laga pembuka melawan Persib Bandung yang akan berlangsung di GOR Delta 14 November dalam piala Jenderal Sudirman 2015.

“Tim ini banyak mengalami perubahan terutama untuk posisi starting elevennya, 40% peman inti hengkang, jadi kami harus meramu kembali komposisi pemain yang pas untuk meredam barisan tengah lawan nanti. Ditambah masuknya tiga legium asing kami yang belum klop menjalin kerjasama antar pemain,” jelasnya.

Sementara pelatih Pra PON Jatim, Hanafing mengungkapkan bahwa skuadnya cukup sabar untuk meladeni lawan yang lebih pengalaman, bahkan bisa dikatakan unggul dalam hal ball posesion sehingga bisa dimanfaatkan untuk terus memberi tekanan kepada jantung pertahanan lawan.

“Soal hasil, kami tak terlalu memikirkannya. Namun dari segi koordinasi bermain kami lebih baik ini dibuktikan dengan ball posesion anak anak lebih dominan daripada Persela. Apalagi beberapa pemain pilar kami tak bisa tampil karena masih menjalani pendidikan di TNI serta dua striker kami yang tak bisa tampil,” ungkapnya.(win12)

 

Komentar