Nurdin: Biar ketum golkan (munaslub)

Ketua Penyelenggara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar Nurdin Halid.

KANALSATU - Ketua Penyelenggara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar Nurdin Halid mengajak Ketua DPD I untuk mengadakan lobi dengan Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas IX Abu Rizal Bakrie (Ical), terkait dengan wacana pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

Langkah itu diambil karena Nurdin menyimpulkan bahwa keputusan dikembalikan kepada ketua umum. Wacana munaslub yang digulirkan Ical telah menimbulkan dinamika diantara peserta Rapimnas Golkar.

"Ada yang setuju, ada yang menolak. Kesimpulan saya, 34 DPD I dan ormas, semua menyerahkan ke DPP dan ketum. Saya tawarkan solusi, yang tendang bola ketum, oper kiri-kanan, biar ketum golkan," kata Nurdin di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Para pengurus DPD I pun setuju melakukan lobi. Kini, Mereka kemudian berdiskusi dengan Ical di ruangan VIP.

Wacana munaslub yang sebelumnya digulirkan Ical, kini terus dimatangkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar. Komisi-komisi dalam Rapimnas akan merumuskan formula untuk diambil keputusan tentang perlunya diselenggarakan munaslub atau tidak. Sidang komisi-komisi dalam Rapimnas juga akan merinci dasar dan tata cara penyelenggaraan munaslub sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART).

Nantinya, hasil pembahasan komisi dibawa dalam sidang paripurna yang dihadiri Ical dan seluruh peserta Rapimnas. "Pembahasan munaslub sangat dinamis. Ketua umum sudah bilang, mari kita semua merenung kembali, agar keputusan yang diambil benar-benar yang memang menyelesaikan masalah secara hukum dan politik," Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas IX Bali Idrus Marham di arena Rapimnas Golkar, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Apabila nantinya munaslub disepakati, maka seluruh kader Golkar dapat mengikuti prosesnya tanpa sekat politik atau dualisme kepengurusan yang belakangan terjadi. Terkait sosok calon ketua umum dalam munaslub, Idrus menyatakan hal itu akan mengalir dengan sendirinya seiring dengan proses yang berjalan. "Tidak ada kubu-kubuan. Di sini Golkar satu kesatuan," tandas Idrus.

Politisi Partai Golkar Yorrys Raweyai menambahkan, keputusan penyelenggaraan munaslub diambil melalui rapimnas. Dalam AD/ART partai, tidak mengenal istilah tim transisi yang belakangan dibentuk Mahkamah Partai Golkar pimpinan Muladi. "Tim transisi tidak ada dalam konstitusi kita," ucap Yorrys.(win6)

Komentar