The Impossible, kesedihan di Pantai Khao Lak
Resensi Film

(WIN) : - Rasa pilu telah ditakdirkan selalu menempel di atas permukaan cawan bernama musibah. Kehadirannya tak diharapkan siapa pun. Namun suratan Ilahi telah menetapkan kehadirannya harus menyertai keberadaan sebuah petaka dan musibah.
MASYARAKAT Indonesia tidak akan pernah melupakan bencana nasional Tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam. Sebuah bencana nasional yang membuat Indonesia menangis. Jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) sebanyak 105.262 jiwa, sementara kantor berita Reuters merilis jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia sebanyak 115.229 jiwa (per 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 jiwa, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh dan Sumatera Utara. Gelombang yang terjadi menimpa banyak belahan dunia lain, sejauh hingga Nova Scotia dan Peru.
Sedangkan U.S. Geological Survey merilis, bahwa korban tewas mencapai 283.100 jiwa, 14.000 orang hilang dan 1.126.900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.
Tingginya korban jiwa dalam bencana nasional itu disebabkan gempa bumi tektonik berkekuatan 9,3 Skala Richter (SR) yang berpusat di Samudra Hindia (tepatnya di 2,9 Lintang Utara dan 95,6 Bujur Timur di kedalaman 20 km). Posisi gempa dalam laut itu berjarak sekitar 149 km selatan kota Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam. Gempa yang terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIBitu merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Akibat gempa bumi di dasar laut itu, maka terjadilah pergeseran lempengan lapisan bumi yang menimbulkan gelombang pasang (tsunami) setinggi 9 meter dan menyapu beberapa wilayah lepas pantai di Indonesia (Aceh dan Sumatera Utara), Sri Langka, India, Bangladesh, Malaysia, Maladewa dan Thailand.
Bencana tsunami yang melibas wilayah Indonesia, menurut Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) H. Syamsul Ma’arief, sesungguhnya sudah sering terjadi. Bencana tsunami tidak dapat dicegah. Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat menghentikannya. Sejak tahun 1945, sudah 16 kali bencana tersebut hadir dan memporakporandakan kehidupan sosial dan perekomian rakyat Indonesia. Sedangkan sejak tahun 1629 hingga 2010 atau dalam kurun wakru 381 tahun, tsunami sudah melibas wilayah-wilayah di Indonesia sebanyak 171 kali.
Data Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) 2010 menyebutkan, dari total 354 daerah yang rawan bencana, wilayah berpotensi tsunami tingkat tinggi sebanyak 175, dan 179 daerah tingkat tsunami sedang. Dari peta daerah rawan bencana juga menunjukkan satu dari tiga desa di Indonesia masuk kategori rawan bencana. Dari 497 kabupaten/kota, 176 di antaranya rentan terhadap bencana banjir, 154 kabupaten/kota berisiko tinggi longsor, dan 153 lainnya terancam kekeringan.
Sedangkan gempa bumi disertai tsunami yang terbesar di dunia, menurut mantan Aster Kasum TNI ini, jumlahnya sekitar 10 bencana. Namun 3 bencana tsunami terbesar itu terjadi di wilayah Indonesia, yaitu pada 27 Agustus 1883 yang disebabkan oleh letusan gunung Krakatau. Letusan ini memicu terjadinya tsunami yang menenggelamkan 36 ribu orang Indonesia yang berada di pulau Jawa bagian barat dan utara Sumatera. Kekuatan gelombang itu mendorong 600 ton blok terumbu karang menuju tepi pantai.
Bencana kedua terjadi pada 17 Juli 1998, sebuah gempa berkekuatan 7,1 skala richter menyebabkan tsunami di Papua Nugini yang membunuh 2200 orang dengan sangat cepat. Dan, yang ketiga adalah tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. Gempa tsunami ini juga dinamakan gempa Sumatera-Andaman dan tsunami yang terjadi kemudian dikenal sebagai tsunami lautan Hindia.
"Tiga tsunami terbesar di dunia yang memporakporandakan wilaya Indonesia itu kian menunjukkan, bahwa Indonesia sangat rentan gempa berpotensi tsnuami. Di Jakarta saja, sudah beberapa kali kerap dirasakan gempa, sementara, bencana longsor, maupun banjir, hampir terjadi setiap tahun," ujarnya.
Film Bencana
Sedangkan film The Impossible yang diarahkan sutradara Juan Antonio Bayona (The Orphanage, 2007) ini, mengangkat sebuah kisah nyata perjuangan dari keluarga Quique yang berasal dari Spanyol, tapi mereka tinggal dan bekerja di Jepang. Ketika itu mereka sedang berlibur untuk merayakan hari Natal 2004 dan Tahun Baru 2005 di Thailand. Ide dasar pembuatan film ini bersumber dari berita features radio tentang kisah perjuangan hidup keluarga tersebut.
Kisah berawal dengan liburan keluarga Henry Bennet (Ewan McGregor), istrinya Maria (Naomi Watts) dan anak-anaknya Lucas (Tom Hollland), Thomas (Samuel Joslin) dan Simon (Oaklee Pendergast). Mereka menginap di Orchid Resort Beach di daerah Khao Lak Thailand, yang merupakan penginapan di pinggir pantai dengan view lautan lepas. Pemandangannya indah dengan suasana tropis termasuk kehidupan bawah lautnya yang mempesona.
Liburan yang awalnya berjalan dengan lancar kemudian secara tragis terganggu dengan datangnya ombak besar yang menghantam seluruh wilayah pantai tempat keluarga tersebut berliburan. Ombak tersebut kemudian memisahkan keluarga tersebut. The Impossible kemudian melanjutkan kisahnya dengan usaha masing-masing anggota keluarga untuk bertahan dari luka-luka yang mereka derita sekaligus berusaha untuk menemukan kembali anggota keluarga mereka yang terpisah.
Di tangan sutradara lain, The Impossible akan terkemas menjadi sebuah drama sentimental yang bukan tidak mungkin terus memborbardir penontonnya dengan adegan-adegan yang berpotensi memancing rasa haru. Namun tidak demikian yang dilakukan Bayona. Dia berhasil mengemas film berdurasi 114 menit menjadi sajian yang sangat elegance dan natural, meski di beberapa bagian cerita masih juga terselip adegan yang mengharu-biru.
Bayona ingin memastikan bahwa setiap penonton merasakan bagaimana rasanya terjebak di tengah-tengah teror bencana yang kapan saja dapat merenggut nyawa siapapun. Dan dia berhasil. Dengan kualitas tata produksi yang begitu berkelas, momen-momen terjadinya tsunami mampu tampil begitu efektif sekaligus menakutkan.
Suasana hiruk pikuk di wilayah bencana juga mampu digambarkan dengan baik oleh Bayona. Bersama dengan penulis naskah skenario Sergio G. Sánchez – yang sebelumnya juga sempat berkolaborasi lewat The Orphanage, Bayona mampu menciptakan balutan kisah bencana yang sama sekali tidak pernah terasa dilebih-lebihkan dramatisasinya serta deretan karakter yang mampu dengan lugas mengambil hati dan simpati setiap penonton film ini. Karena itu, kemasan Bayona memiliki kekuatan untuk menghantui setiap penontonnya.
Mudahnya penonton dalam mengakses sisi emosional setiap karakter juga tidak terlepas dari penampilan para aktor dan aktris pengisi film ini yang begitu mengagumkan. Nama-nama seperti Naomi Watts, Ewan McGregor dan aktor remaja pendatang baru, Tom Holland, mampu memberikan penampilan emosional yang dapat terasa begitu alami, nyata dan menyakitkan. Chemistry yang tercipta antara mereka sebagai sebuah keluarga juga mampu hadir secara meyakinkan, khususnya chemistry yang sangat kuat antara Watts dan Holland.
Kecerdasan Bayona itulah membuat film ini berhasil memborong banyak penghargaan, antara lain dari Huffington Post untuk film terbaik, Las Vegas Film Critics untuk Top 10 film terbaik, Greg Ellwood’s untuk Top 10 film terbaik, ST Louis Film Critics untuk adegan terbaik dan Phoenix Film Critics untuk Tom Holland kategori pemeran muda terbaik, Hollywood Film Festival 2012 memenangkan Spotlight Award untuk Tom Holland, National Board of Review, USA, 2012 memenangkan NBR Award untuk Tom Holland kategori Best Breakthrough Performer dan Breakthrough Performance, Palm Springs International Film Festival 2013 memenangkan Desert Palm Achievement Award untuk aktris Naomi Watts.
Selain itu, juga membukukan deretan nominasi di berbagai ajang penghargaan. Misalnya, mominasi Academy Award 2013 untuk pemeran wanita terbaik, Golden Globe 2013 untuk pemeran wanita terbaik, Screen Actors Guild 2013 untuk pemeran wanita terbaik. Critics Choice 2013 untuk pemeran muda terbaik dan pemeran wanita terbaik. London Film Critics 2013 untuk pemeran muda Inggris terbaik. Detroit Film Critics 2013 untuk pemeran pembantu pria terbaik, sutradara terbaik, pemeran wanita terbaik dan gambar terbaik. Phoenix Film Critics 2012 untuk pemeran wanita terbaik. Dallas Forth-Worth Film Critics 2013 untuk pemeran wanita terbaik. Broadcast Film Critics 2013 untuk pemeran wanita terbaik dan pemeran muda terbaik. Chicago Film Critics 2013 untuk pemeran wanita terbaik dan penampilan yang menjanjikan. Houston Film Critics 2013 untuk pemeran wanita terbaik. Utah Film Critics 2013 untuk pemeran wanita terbaik dan sinematografi terbaik.(win5)
BOX:
Film : The Impossible
Genre : Drama/Thriller/Disaster.
Sutradara : Juan Antonio Bayona.
Skenario : Sergio Sanchez.
Produksi : Apaches Entertainment & Telecinco Cinema.
Pemain : Naomi Watts, Ewan McGregor, Tom Holland, Samuel Joslin, Oaklee Pendergast.
Durasi : 114 menit