APINDO Jatim Genjot UMKM Naik Kelas, Siap Go Global

Ketua DPP APINDO Jatim, Eddy Widjanarko saat pembukaan pameran UMKM dalam rangka Rakerkonprov di Hotel Senyum World, Kota Batu, Selasa (21/4/2026).

KANALSATU – Dewan Pimpinan Provinsi APINDO Jawa Timur menegaskan komitmennya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas hingga menembus pasar global. 

Hal ini disampaikan Ketua DPP APINDO Jatim, Eddy Widjanarko, saat membuka pameran UMKM dalam rangka Rakerkonprov di Hotel Senyum World, Kota Batu, Selasa (21/4/2026).

Menurut Eddy, UMKM terbukti menjadi sektor paling tangguh dalam menghadapi tekanan ekonomi, termasuk dinamika global. “UMKM bukan sekadar usaha kecil, tetapi cerminan kreativitas, inovasi, dan daya tahan ekonomi yang luar biasa,” ujarnya.

Di Jawa Timur, UMKM berperan sebagai tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi besar dari berbagai subsektor seperti kuliner, fesyen, kerajinan, hingga industri kreatif. Sektor ini juga menjadi penggerak utama penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Namun demikian, Eddy menilai tantangan yang dihadapi UMKM semakin kompleks, mulai dari tuntutan digitalisasi, perubahan perilaku konsumen, hingga persaingan pasar global. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi kuat antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan komunitas.

“Rakerkonprov ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi agar UMKM mampu naik kelas, berdaya saing, dan siap masuk pasar nasional maupun internasional,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, APINDO Jawa Timur menjalankan program APINDO UMKM Merdeka (AUM) yang fokus pada pendampingan berkelanjutan. Program ini meliputi mentoring bisnis, penguatan jejaring industri, serta fasilitasi kolaborasi antar pelaku usaha.

Menariknya, program tersebut juga melibatkan mahasiswa melalui skema magang di UMKM terkurasi. Mahasiswa didorong berkontribusi dalam aspek pemasaran, digitalisasi, hingga inovasi produk, sehingga mempercepat adaptasi UMKM terhadap perkembangan pasar.

Eddy menambahkan, penguatan UMKM juga perlu didukung kebijakan yang kondusif, seperti kemudahan perizinan, akses pembiayaan, dan percepatan transformasi digital. “UMKM harus masuk ke ekosistem digital agar mampu bersaing di era ekonomi baru,” katanya.

Ia juga menilai pemilihan Kota Batu sebagai lokasi kegiatan mencerminkan semangat kreativitas dan ketahanan ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui forum ini, APINDO Jatim berharap lahir rekomendasi strategis serta kolaborasi nyata yang berdampak langsung bagi pengembangan UMKM di Jawa Timur.

“Momentum ini harus menghasilkan langkah konkret. APINDO siap menjadi mitra strategis dalam mendorong UMKM semakin maju dan berdaya saing global,” pungkasnya.
(KS-5)

Komentar