Charlie Hebdo kini panen kecaman

KANALSATU - Sempat meraih simpati atas ‘pembantaian’ yang menewaskan 17 orang, pekan lalu, pada Kamis (15/1/15) hari ini, majalah Prancis Charlie Hebdo giliran memanen kecaman dari muslim sedunia. Kecaman datang seiring kenekadan redaksi majalah satir itu menerbitkan edisi terbarunya yang menampilkan kartun Nabi Muhammad.
Edisi baru tersebut memicu kemarahan luas di negara-negara muslim, mulai Pakistan, Turki hingga Mauritania di Afrika Utara, termasuk juga negara non-muslim Filipina.
Baca: Charlie Hebdo terbitkan karikatur Nabi Muhammad 3 juta eksemplar
Pengadilan Turki bahkan memerintahkan pemblokiran laman yang menampilkan kartun nabi dalam sampul Charlie Hebdo itu. Senegal yang pernah dijajah Prancis juga melarang peredaran edisi baru Charlie Hebdo dan harian kiri Prancis Liberation karena memuat kartun Nabi Muhammad di halaman depannya.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menyebut sampul majalah Charlie Hebdo itu sebagai ‘provokasi terang-terangan’.
“Kebebasan pers bukan berarti bebas menghina,” tegas Davutoglu kepada wartawan di Ankara, Kamis.
Sementara itu kelompok-kelompok militan teroris seperti Alqaeda cabang Yaman bersumpah akan membalas penghinaan yang dilakukan majalah satir Prancis tersebut.
Di Afghanistan, kelompok Taliban mengutuk publikasi kartun Nabi Muhammad yang dilakukan Charlie Hebdo. Mereka menyanjung para pelaku pembantaian Paris sebagai aksi menuntut keadilan.
Sementara itu para pemimpin muslim Prancis menghimbau umat Islam di seluruh negeri tersebut untuk tetap tenang dan menghindari reaksi emosional.(win10)