Laga FC anggap operator tak profesional

Tim Laga FC Surabaya

KANALSATU - Operator kompetisi ISC B, dianggap kurang profesional oleh manajemen Laga FC Surabaya. Pasalnya, regulasi pertandingan dan kode disiplin yang seharusnya diterima tim sebelum pertandigan.  Manajemen Laga FC bingung akan sanksi yang dijatuhkan oleh operator, Jumat (7/5/16) malam.

Tim yang saat ini bermarkas di Batu ini, mengaku hingga hari H pertandingan antara Laga FC melawan Persik Kediri belum mendapat kedua berkas tersebut.

"Kita belum mendapat regulasi dan kode disiplin saat itu (Laga FC vs Persik Kediri), malah kita baru dapat regulasi itu saat lawan Persatu Tuban, Minggu (8/5/2016) lalu itu. Kemudian kita juga belum menerima kode disiplin, harusnyakan yang seperti ini sudah kita terima sebelum pertandingan dimulai," ujar Dr. Wardy Azhari Siagian, CEO Laga FC Surabaya, Kamis (12/5/16).

Wardy yang langsung melihat websitenya pun tetap saja tidak menemukan yang namanya kode disiplin. "Katanya sudah ada di website tapi pas kita buka ternyata tidak ada kode disiplin. Yang ada hanya regulasi pertandingan saja. Jadi, hingga saat ini kita tidak tahu isi kode disiplin itu, pasal-pasalnya berisi apa, sanksi yang kita terima masuk pasal apa ya gak tahu."

Wardy menyatakan, tidak mengetahui proses banding yang dilakukan oleh pihak operator. "Kita saja tidak tahu bagaimana proses bandingnya, diregulasi tentang banding saja tidak ada. Pokoknya kalau kita tidak suka dengan hasilnya kita akan terus lakukan banding, bahkan kalau bisa akan kita pidanakan," ancamnya.

Dikonfirmasi, direktur kompetisi dan refgulasi PT Gelora Trisula Semesta (GTS), Ratu Tisha Destria membantah, bahwa pihaknya sudah mensosialisasikan semuanya melalui website. "Sudah kita sosialisasikan di website, nanti akan kita kirim juga melalui email," jawabnya. 

Tisha menambahkan, jika dirinya juga siap menerima banding yang dilakukan oleh Laga FC. "Silahkan bagi tim untuk melakukan banding akan kita terima dan kita proses," ujarnya. (win16)

 

 

 

Komentar